Penerapan Perwali PSBB di Kota Ambon, tak Sesuai Pelaksanaan

Wakil Ketua DPRD Kota Ambon

KBRN, Ambon: Penerapan Peraturan Walikota (Perwali) nomor 18 Tahun 2020 tentang PSBB di Kota Ambon, tidak sesuai pelaksanaan di lapangan.

Salah satunya soal aktifitas pedagang di Ambon Plaza dan sekitarnya, hingga ke kawasan A.Y Patty yang secara paksa ditutup tanpa alasan yang jelas. Padahal sesuai Perwali, bahkan itu dibuat dalam bentuk spanduk dan dipajang di sejumlah titik bahwa aktifitas pertokoan dan mall dimulai pukul 08.00-20.00 WIT.

Namun pelaksanaannya, jauh dari aturan yang telah dibuat. Ironisnya hanya kawasan tertentu yang dipaksa untuk ditutup. Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPRD Kota Ambon Rustam Latupono, yang dikonfirmasi Wartawan mengatakan, ini akibat sosialisasi yang tidak maksimal oleh Pemerintah Kota Ambon. 

"Sosialisasi mestinya dilakukan kepada seluruh masyarakat sebelum PSBB itu dilaksanakan, agar pelaku usaha bisa memahami dan mengerti apa yang menjadi tanggungjawab mereka,"ujarnya pada Kamis, (25/6/2020).

Dan yang paling penting lanjutnya, Pemerintah harus memikirkan dampak dari penutupan usaha-usaha para pedagang dengan memberikan semacam insentif atau hal lain yang mempermudah para pelaku usaha selama penutupan itu.

"Misalnya saja harus ada semacam insentif atau ada bantuan sosial apa kepada mereka. Karena dampaknya luar biasa kalau mereka harus menutup selama 14 hari ini. Baru berapa hari saja sudah banyak yang protes,"tandasnya.

Latupono meminta harus ada evaluasi terkait apa  yang menjadi kekurangan dalam pelaksanaan PSBB ini,  sehingga sisa waktu yang ada,  PSBB bisa dilaksanakan lebih efektif. Karena dengan ditutupnya pertokoan, maka dampaknya sangat terasa selain dari pelaku usaha itu sendiri, para pekerja juga kesulitan dalam menghidupi diri dan keluarga mereka.

"Dengan itu maka insentif insentif kepada pelaku usaha itu kan ada sesuai pasal dalam Perwali. Saya tidak tahu dalam bentuk apa, Walikota yang tahu. Intinya ada insentif atau bantuan kepada mereka yang berdampak ekonomi,"harapnya.

Ditambahkan, dengan anggaran covid yang telah ditetapkan itu, maka insentif dapat diambil dari alokasi anggaran dimaksud.

"Ini kan untuk kepentingan masyarakat di Kota Ambon, yang penting dipergunakan sebaik-baiknya untuk kepentingan masyarakat,  bisa saja ambil dari situ yang penting tertanggung jawab dan tepat sasaran sesuai dengan kepentingan penanganan covid-19,"tutupnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00