Langgar PSBB, Warga Bandel ditindak

KBRN, Ambon : Hingga hari keempat penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di kota ambon, masih ditemukan para pelintas yang membandel karena melanggar aturan yang ditetapkan dalam Peraturan Walikota Ambon (Perwali) nomor 18 tahun 2020. 

Pantauan RRI pada check poin di kawasan Larier yang merupakan pintu perbatasan Kecamatan Baguala Kota Ambon dengan kecamatan Salahutu, kabupaten Maluku Tengah, Banyak pengendara yang dikenakan denda oleh petugas akibat tidak memakai masker bahkan tidak melengkapi persyaratan masuk ke Kota Ambon.

Koordinator Pos PSBB Desa Passo David Passal mengatakan, tidak mentolerir pelintas atau pelaku perjalanan yang membandel. Petugas  yang terdiri dari TNI, Polri, Dishub, satpol Pol PP hingga petugas dinas kesehatan pun langsung melakukan penindakan berupa denda 50 ribu bagi yang tidak menggunakan masker dan yang tidak melengkapi persyaratan sebelum masuk ke kota ambon di arahkan untuk putar balik ke tempat asal.

"Masih banyak yang lakukan pelanggaran dan kita lakukan penindakan. senin dan selasa itu bersifat himbauan. yang tidak pakai masker kita suruh kembali, namun saat ini langsung kena denda sesuai perwali dan tidak lengkap adminstratif disuruh kembali ke tempat tinggal untuk lengkapi dulu,"Ujar David Kamis, (25/06/2020).

David menuturkan, bagi pelintas dari jazirah pulau yang masuk ke kota Ambon wajib melengkapi persyaratan berupa,  KTP dan surat keterangan sehat. Sementara dari luar pulau ambon, ditambahkan keterangan rapid test.

"Kita ketat sekali mengingat sebagai pintu masuk. Awalnya harus mengecek suhu tubuh, dan  melengkapi identitas dan syarat lainnya bagi pelintas dari Jazirah pulau maupun dari luar pulau ambon. Kalau dari Ambon menuju keluar hanya menyertakan KTP dan surat keterangan sehat dan pastinya wajib bermasker,"tandasnya.

Menurutnya, Tiap orang memiliki watak/karakter yang berbeda. Sehingga saat diingatkan karena melakukan pelanggaran, malahan balik melawan petugas.

" Ada yang Tidak mau dengar petugas, malahan marah-marah ke petugas ketika diingatkan  soal pelanggaran yang dilakukan. Namun kami tetap mengahadapinya dengan tenang dan yang pasti penindakan tetap dilakukan tanpa pandang bulu,"tegasnya.

Ia berharap ada kerjasama yang baik dari masyarakat guna menekan angka penyebaran virus Corona atau Covid-19 di Kota Ambon dan maluku pada umumnya.

"Masyarakat harus kerjasama dengan pemerintah, salah satunya dengan mengikuti aturan yang ditetapkan dalam PSBB guna pustuskan rantai Covid-19,"tutupnya. (CT)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00