Jelang Pilkada, Situasi Keamanan Di SBT Kondusif

KBRN, Bula : Secara umum situasi keamanan di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) jelang pelaksanaan Pilkada 09 Desember 2020 dilaporkan kondusif. Kondisi itu terbaca melalui ragam laporan dan kegiatan yang digelar jajaran kepolisian resort setempat.

“Secara umum situasi kemanan di daerah kita saat ini cukup kondusif. Kendati demikian kita juga harus bahu membahu, melibatkan semua stackholder untuk tetap menjaga situasi keamanan yang sudah tercipta terutama jelang pilkada,” ungkap Kapolres SBT, AKBP Andre Sukendar usai tatap muka bersama pengurus Latupati di Bula, Selasa (23/6). 

Bertempat di Warkop Dapur Aqilah, kawasan jalan protokol Kota Bula pertemuan perdana dengan pengurus Latupati itu dikemas dalam susana santai, ngopi sembari bercerita dan saling tukar informasi seputar kondisi kamtibmas di masing-masing wilayah petuanan.

Dari semua raja negeri yang hadir, satu per satu diberi kesempatan untuk melaporkan situasi di masyarakat juga hambatan dan gangguan yang dihadapi. Secara keseluruhan para raja ini melaporkan situasi di masyarakat sekarang ini tengah dalam susasana kondusif. Meski demikian pihak kepolisian dan TNI diminta terus meningkatkan kewaspadaan terutama jelang perhelatan Pilkada saat ini.  

Situasi politik yang kian hari semakin dekat dengan waktu pelaksanaan Pilkada memungkinkan adanya gangguan kamtibmas sebagai akibat dari gesekan pada level bawah yakni pendukung masing-masing kandidat. Mengantisipasi gangguan itu para raja yang hadir mengusulkan perlunya pendidikan politik dari pengurus Parpol, Kandidat maupun tim sukses kepada masing-masing pendukung.

Langkah lain yakni dengan menertibkan pengguna sosial media (faceebok). Pengurus Latupati ini mengusulkan setidaknya pihak kepolisian melalui unit Cyber Crime ketat mengawasi pengguna faceebok. Mereka yang kerap menyebarkan berita bohong (hoax), ujaran kebencian atau bahkan menyerang pribadi orang lain agar ditindak sesuai ketentuan peraturan perundangan yang berlaku sehingga dengan begitu dapat memberi efek jera bagi pengguna faceebok lainnya.

Begitu pula pemilik akun palsu, langkah tegas harus segera dilakukan. Para Latupati ini menilai informasi tidak tertanggung jawab biasanya disebar melalui akun-akun palsu tersebut hingga tak jarang menyebabkan keresahan ditengah masyarakat.

Menanggapi usulan ini, Kapolres AKBP Andre Sukendar berjanji segera mengundang admin atau pemilik grup media sosial (faceebok) di daearah ini yang intinya akan meminta akun-akun palsu tersebut segera dibersihkan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00