Pasca Pandemi, Kunjungan Wisman ke Maluku Diprediksi Meningkat

KBRN, Ambon : Kunjungan wisatawan mancanegara ke Maluku, pasca pandemi Covid-19 diprediksi mengalami lonjakan tajam. Keindahan pantai yang tersebar di seluruh wilayah Maluku menjadi daya tarik bagi wisatawan. Sebut saja Pantai Ora di Seram Utara, Pulau Banda, Pantai Liang di Maluku Tengah serta Pantai Ngurbloat di Maluku Tenggara. 

Pengamat Pariwisata yang juga Direktur Universitas Terbuka Ambon, Dr Joko Rizkie Widokarti, S.E, M.M menjelaskan, dari gambaran kunjungan wisatawan di Maluku di tahun 2018 sebanyak 115 ribu wisatawan, terdiri dari 100.500 wisatawan domestik dan 14.300 wisatawan mencanegara. Kunjungan wisman mengalami kenaikan signifikan sejak 2013. Dengan kunjungan terbanyak wisatawan asal Eropa, menduduki peringat teratas yaitu 68 persen dari total wisatawan dari berbagai belahan benua, disusul Asia dan Amerika. 

Selama masa pandemi, pemerintah mengambil kebijakan menutup tempat wisata. Otomatis setelah penerbangan dibuka dan semua kembali normal. Banyak destinasi yang akan dituju, termasuk pantai di Maluku. 

"Anggap saja ini periode mereka (wisatawan,red) memilih. Saya kira wisata bahari di Maluku cukup menguntungkan ya. Banyak juga kapal pesiar yang singgah disini. Ada juga event yacht race," urainya, Rabu (27/5/2020).

Untuk menyambut lonjakan kunjungan wisatawan itulah, SDM harus dipersiapkan melalui kompetensi akademik. Ini sekaligus menyambut beroperasinya Blok Abadi Masela di Kabupaten Maluku Kepulauan Tanimbar. Dipastikan Maluku menjadi destinasi wisata dunia. 

"Disamping itu. Sebentar lagi Blok Masela akan beroperasi. Diwaktu sekarang ini SDM pariwisata disiapkan dibekali dengan skill. Biar nanti setelah menjadi destinasi wisata dunia. Bukan orang luar yang diandalkan. Tapi tenaga kerja lokal," ujarnya

Doktor menyarankan pemerintah daerah dapat memanfaatkan media online sebagai etalase pariwisata. Dimana saat ini pengguna internet meningkat 300 persen. Promosi melalui media online maupun sosial media menjadi cara efektif, agar pariwisata maluku lebih dikenal luas. 

"Promosi pariwisata harus gencar di media online. Etalase pariwisata tercermin darisitu. Di masa ini pengguna internet meningkat tajam sampai 300 persen. Jangan sia-siakan promosi di sosial media," pintanya

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00