Berenang Selamatkan Diri di Pulau Manawoku SBT, 3 WNA Dikarantina

KBRN, Bula : Tiga Warga Negara Asing (WNA), masing-masing Ludovico David (50) asal Prancis, Ariane V. Anabella (39) asal Prancis, dan Munoz Bordona (39) asal Spanyol, berenang menyelamatkan diri ke Pulau Manawoko Kecamatan Pulau Gorom Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) Provinsi Maluku, setelah kapal yang mereka tumpangi melabrak batu karang dan nyaris tenggelam akibat cuaca buruk.

Ikut dalam kapal nahas milik PT Asia Berkat Sentosa yang diberi nama KLM Tidak Apapa itu lima WNI, masing-masing Marsit (nahkoda), Maman Bath (ABK), Hardiyanto (ABK), Agung Dwi Putra (ABK) dan Andi Haerul Fahri (ABK).

Kapolres SBT AKBP Andre Sukendar dihubungi RRI, Senin (06/04/2020) mengungkapkan, KLM Tidak Apapa bertolak dari Kota Sorong Papua Barat pada Selasa ( 24/03/2020) dengan tujuan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kapal dengan bobot 25 GT itu mengangkut delapan penumpang, yakni 3 WNA dan 5 WNI yang terdiri dari satu nahkoda dan empat ABK.

Pada Kamis ( 02/05/2020) sekitar Pukul 10.00 WIT, kapal wisata itu menyinggahi Pulau Koon di Kecamatan Pulau Gorom Kabupaten SBT untuk melakukan wisata diving. Setelah melakukan diving selama enam jam, sekitar Pukul 16.00 WIT, kapal tersebut bertolak menuju ke pesisir Pulau Manawoku (Amarsekaru) yang tidak berjauhan dari Koon untuk berlabuh dan beristirahat.

Apes, pada Jumat dinihari sekitar Pukul 02.00 WIT, cuaca buruk tiba-tiba melanda perairan Pulau Gorom dan sekitarnya. Hujan disertai angin kencang dan gelombang tinggi, memaksa kapten kapal, Marsit, memutar haluan kapalnya menjauhi perairan pesisir. Namun, akibat dari angina kencang dan gelombang tinggi, haluan kapal berbalik menuju daratan hingga menabrak batu karang.

Insiden itu menyebabkan lambung kanan KLM Tidak Apapa pecah dan kemudian terendam air. Para penumpang, termasuk nahkoda dan ABK, langsung berhamburan keluar dari kapal dan berenang menyelamatkan diri ke Pulau Amarsekaro sejauh kurang lebih seratus meter. Tiba di daratan, mereka dibawa oleh warga ke Pustu Matlen untuk menjalani pemeriksaan medis.

Menurut Kapolres AKBP Sukendar, tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut, selain luka lecet di kaki akibat terinjak batu karang. Tak lama setelah itu, Camat Pulau Gorom Ramli Keliobas bersama Syahbandar Gorom Daud, Kepala Puskesmas Dai Arifin Manilet dan Anggota Polsek Gorom, datang ke Amarsekaro untuk memeriksa kondisi kesehatan mereka.

Hasil pemeriksaan menunjukkan kondisi kesehatan mereka sangat baik dan sehat, selain luka lecet pada kaki. Meski demikian, tiga WNA dan lima WNI penumpang kapal nahas itu diharuskan melakukan Karantina Mandiri di Pustu Matlen, untuk memastikan kondisi kesehatan tubuh mereka tidak terpapar Covid – 19.

“Jadi untuk sementara ini, tiga WNA tersebut masih melakukan Karantina Mandiri di Pustu Matlen dan mereka berada dalam pantauan Tim Terpadu Covid-19 Pulau Gorom. Lima WNI juga menjalani karantina, namun mereka dibolehkan kembali ke kapal untuk memperbaiki kerusakan kapal,” tuntas AKBP Andre Sukendar. (AL)

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00