Cegah Kontak Fisik, Polres SBT Pasang Garis Batas Jarak di Lantai Toko

KBRN, Bula : Kepolisian Resort (Polres) Seram Bagian Timur (SBT) Provinsi Maluku tak henti-hentinya melakukan berbagai upaya untuk meredam penyebaran wabah Virus Corona di Negeri Ita Wotu Nusa. Selain pro aktif melakukan penyemprotan disinfektan, Polres SBT melalui Satuan Tugas (Satgas) Ops Aman Nusa II intensif melakukan pencegahan dengan mengajak masyarakat menghindari kerumunan dan kontak fisik.

Kaur Humas Polres SBT Brigpol Suwardin Sobo dihubungi RRI, Sabtu (04/04/2020) mengemukakan, Satgas Ops Aman Nusa II dibawah pimpinan Kasat Reskrim Iptu La Belly baru saja melakukan sosialisasi kepada masyarakat akan pentingnya sosial distancing untuk memutus mata rantai penyebaran Virus Corona di Kota Bula.

Tindak lanjut dari sosialisasi itu diwujudkan Satgas Aman Nusa Polres SBT dengan melakukan pemasangan garis batas jarak di lantai toko untuk mencegah terjadinya kontak fisik antar masyarakat pada saat berbelanja. Pemasangan garis batas disaksikan pemilik dan karyawan toko, serta masyarakat yang sedang berbelanja.

Menurut Brigpol Suwardin, sebanyak 30 personil polisi diturunkan dalam operasi pemasangan garis batas jarak, sedangkan jumlah toko yang berhasil disasar dalam operasi yang berlangsung sekitar 1,5 jam tercatat sebanyak 22, yakni Toko Wailola, Toko RN, Toko Delon, Toko 26, Toko Puspa, Toko Beta Smart, Toko Delvi, Niars Minimarket, Toko Rama 2, Amar Market, Lakudo, RM Padang, Toko Alif, Toko Rama,Toko Mujur, Toko Utama, Toko Livarbo, Winkle Swalayan, Toko Big Mart, Toko Karim, Toko Bula Raya dan Toko liberty.

Ditambahkan Suwardin, kegiatan pemasangan garis batas jarak dimaksudkan untuk mencegah masyarakat melakukan kontak fisik dalam jarak dekat untuk meredam atau mengurangi resiko penularan Virus Corona.

Dari data yang disampaikan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid -19 Kabupaten SBT, sampai pada Jumat (03/04/2020), belum satu pun kasus Cobid 19 ditemukan di Negeri Ita Wotu Nusa. Meski demikian, saat ini tercatat ada tiga orang dengan status Orang Dalam Pemantauan (ODP), namun salah ODP yang sudah menjalani karantina selama 11 hari berada dalam kondisi sehat sehingga status ODP-nya akan segera dicabut. (AL)

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00