Sekolah Lapang Iklim Mampu Tingkatkan Produksi Petani

KBRN, Ambon : Deputi Bidang Klimatologi BMKG Drs Herizal M.Si mengungkapkan Sekolah Lapang Iklim (SLI) terbukti mendongkrak hasil produksi petani dalam satu musim tanam. Peningkatan produksi diperkirakan lebih dari 30 persen.  Program Sekolah Lapang Iklim mengenalkan pelaku di bidang pertanian waktu bercocok tanam yang tepat untuk mencegah gagal panen.  Dijelaskan, secara garis besar terdapat tiga komponen pertanian, yaitu bibit, lahan dan iklim. Bibit dan lahan dapat direkayasa, sedangkan iklim memerlukan peran BMKG untuk memberikan informasi kepada pelaku pertanian.  "Sangat membantu produksi petani. Hasil evaluasi dari kegiatan satu musim tanam dari BMKG dan kelompok pertanian rata-rata diatas 30 persen," jelasnya usai Pembukaan Sekolah Lapang Iklim, di Ambon, Sabtu (9/11/2019) Kolaborasi BMKG dan kelompok pertanian memberikan dampak positif, dimana anomali iklim seperti El Nino bisa diinformasikan kepada petani jauh-jauh hari sebelumnya, sehingga dapat diantisipasi lebih dulu.  "Kolaborasinya sangat baik dari sisi informasi. BMKG bisa segera menyampaikan prediksi anomali iklim. Semua hal bisa diselesaikan ketika komunikasi berjalan baik hingga terbentuk suatu komunitas," tuturnya Salah satu peserta SLI asal Kabupaten Seram Bagian Barat, Aldri mengaku di tempatnya yang dikenal sebagai sentra pertanian di Maluku sangat bergantung pada sumur disaat musim kemarau panjang.  "Kendala gagal panen biasa serangan hama. Kalau musim kemarau air cukup sulit kita andalkan sumur saja untuk pengairan sawah," ujarnya Dengan adanya SLI membantu petani mengantisipasi perubahan musim yang terus mengancam. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00