Petugas Damkar Ambon Pangkas Pohon Pelindung di Jalan Samrat

Petugas Damkar Ambon Memangkas Pohon Trembessy di Jalan Sam Ratulangi

KBRN, Ambon : Belasan aparat Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Ambon, Kamis (07/07/2022) siang, turun ke Jalan Sam Ratulangi (Samrat).

Datang bersama mobil tangga, mereka memangkas dan atau menebang pohon pelindung, pohon Trembessy, yang sudah berumur dan berpotensi tumbang dilabrak angin kencang.

Dari pantauan RRI diketahui, tidak semua pohon trembessy yang memenuhi jalan Samrat dipangkas atau ditebang oleh petugas. Hanya satu dua pohon berumur yang kelihatan terancam tumbang ditebang oleh petugas, sementara yang masih kokoh dan rimbun, hanya dipangkas.

Kepala Seksi Penyelamatan Dinas Damkar Kota Ambon Ot Pattiasina kepada RRI mengatakan, sehari sebelumnya, pihaknya telah melakukan mamangkas dan atau menebang pohon pelindung yang terancam tumbang di kawasan Talake.

"Hari ini yang turun satu peleton, nanti besok peleton yang lain," ujar Pattiasina.

Ditambahkan, setelah Jln Samrat, pihaknya akan bergeser ke kawasan lain untuk melakukan pekerjaan yang sama. 

"Kegiatan ini, juga merupakan tindak lanjut dari himbauan Pejabat Walikota Bodewin Wattimena," imbuh Pattiasina.

Sementara itu, respon warga kota terhadap kegiatan pemangkasan pohon Trembessy beragam. Namun yang menginginkan pohon pelindung diganti dengan tanaman produktif seperti Mangga dan Rambutan, sebagaimana disampaikan Ivonne Louhenapessy.

"Kalau menurut beta, pohon Trembessy sebaiknya ditebang saja,  diganti dengan tanaman buah-buahan, seperti Mangga dan Rambutan. Kenapa, karena selain mudah patah, akar pohon Trembessy sifatnya merusak. Beda dengan pohon Mangga dan Rambutan," ujar Ivonne.

Ditambahkan Ivonne yang juga aktivis perempuan, pohon Trembessy tidak cocok dijadikan sebagai pohon pelindung di dalam kota, karena daunnya lebih dibutuhkan oleh tanah untuk menambah unsur hara. Karena itu, dia menyarankan agar Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, membersihkan semua pohon Trembessy dari dalam kota dan menggantinya dengan tanaman buah-buahan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar