Penyelesaian Masalah Lahan SD Galunggung Hampir Tuntas

Ketua Komisi II DPRD Ambon, Christianto Laturiuw

KBRN, Ambon: Masalah penyelesaian pembayaran lahan SD 50 dan 64 di Kawasan Galunggung, Negeri Batumerah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, tinggal menunggu waktu.

Dinas Pendidikan Kota Ambon sudah bersepakat dengan pihak ahli waris dari keluarga Souisa untuk pelunasan pembayaran dimaksud.

"Kewajiban membayar sudah ditahap terakhir yang berkaitan langsung tentang kejelasan status kepemilikan," kata Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ambon, Christianto Laturiuw di Kantor DPRD, Senin (04/07/2022).

Menurutnya, lahan ini nantinya akan  tercatat sebagai aset Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, makanya perlu dicari tahu status kepemilikan yang jelas.

Ini penting sehingga kedepan tak lagi ada masalah-masalah yang timbul dari lahan tersebut.

Pemkot Ambon tak mau terburu-buru membayar, karena khawatir bakal salah bayar. Makanya, informasi kejelasan lahan sedang digali oleh Pemkot.

"Iya. Setelah mengkonfirmasi lewat Dispendik, lahan tercatat dalam aset Pemkot. Keduanya sepakat hingga perihal status pemilik yang jelas," sebutnya

Selain itu, DPRD juga sudah membahas soal lahan SMA PGRI yang dikeluhkan pimpinan SMP 4 yang merupakan aset Pemkot. Hanya saja, sekarang beralih ke Provinsi. Status bangunan SMP 4 maupun sekitarnya sudah masuk aset atau tidak.

Menurutnya, apabila tercatat aset perlu dibuktikan memakai bukti dokumen. Jangan sekadar bilang milik Pemkot tanpa dokumen pendukung.

"Lahan di SMA PGRI pun sempat diadukan oleh pimpinan SMP 4. Diketahui beralih ke Provinsi. Maka dari itu, Komisi agendakan rapat kerja bersama Dispendik untuk memastikan apakah bangunan  SMA PGRI murni milik Pemkot atau tidak? Jika iya, bukti dokumen ada atau tidak," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar