Program Prioritas Penjabat Walikota  Bodewin Wattimena

KBRN, Ambon : Setelah dilantik dan diambil sumpah oleh Gubernur Maluku Murad Ismail, Penjabat Walikota Ambon Bodewin Wattimena mengakui persoalan utama yang dihadapi adalah masalah konsolidasi kekuatan internal pemerintahan Kota Ambon.

Ia beralasan ketika KPK masuk dan memeriksa sejumlah pejabat dan pegawai Pemkot Ambon termasuk menyegel beberapa OPD, membuat pegawai merasa takut dan ini menjadi tugas yang harus dituntaskan untuk mengembalikan kepercayaan pegawai sehingga tugas-tugas pemerintahan pelayanan publik dan pembangunan bisa berjalan normal.

Untuk itu ketika dipercayakan memikul tanggung jawab Penjabat Walikota Ambon, tugas utama itu akan dilakukan dengan meyakinkan seluruh kekuatan pemerintahan Kota Ambon untuk lebih solid dan bekerja sesuai dengan aturan yang berlaku.

Menurut Sekwan DPRD Provinsi Maluku itu, selain kepercayaan PNS dan ASN yang harus dikembalikan, masalah sampah juga menjadi tugas yang harus diselesaikan dalam waktu dekat.Selain tugas lainnya yang harus ditangani sebagaimana SK Mendagri dan arahan Gubernur Maluku sebagai atasan langsung, dua masalah ini juga dianggap sangat penting untuk mengembalikan Kota Ambon pada posisi yang sebenarnya.

Ia mengatakan, apa yang sudah diletakkan oleh mantan Walikota Richard Louhenapessy dan mantan Wakil Walikota Syarief Hadler tetap dipertahankan. Tetapi jika ada yang dinilai tidak pas, maka akan dibenahi dan diperbaiki.

Selanjutnya menyikapi proses yang dijalani saat ini, diserahkan semua kepada lembaga anti rasua untuk proses selanjutnya. Sedangkan proses pemerintahan, pelayanan publik, dan pembangunan tetap menjadi konsen utama yang harus dilakukan dalam waktu dekat.

Untuk memulai tugas, Wattimena akan mengumpulkan semua pimpinan OPD termasuk membangun koordinasi dengan Forkopimda Kota Ambon dan paling utama adalah dengan DPRD Kota Ambon untuk bersama-sama membangun Kota Ambon ke depan dan mewujudkan kesejahteraan bagi warga Kota Ambon.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar