Diakhir Masa Jabatan, Bupati Abua Lukai Hati Warga Wahai

KBRN, Ambon: Warga Negeri Wahai, Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), mengaku kecewa dengan adanya pelantikan Hasan Basri Tidore oleh Bupati Malteng, Abua Tuasikal, sebagai Kepala Pemerintahan (raja) negeri setempat. 

Salah satu warga Negeri Wahai, Fadli Djokja mengatakan, sesuai putusan pengadilan nomor 04/P.Dt.G/2021/PN.MSH, menetapkan secara inkrah bahwa mata rumah parentah negeri Wahai adalah pam/marga Makatita Soa Rolatu. 

Namun, yang terjadi saat ini, Hasan Basri Tidore yang dilantik untuk menduduki jabatan kepala adat di negeri tersebut.

"Ada rekayasa dukungan rekomendasi dari Saniri dan perangkat desa. Jadi tolong pak Abua serius melihat ini. Jujur, pelantikan raja Wahai sangat melukai hati warga Wahai," kata Fadli kepada RRI via seluler, Rabu (18/5/2022)

Menurutnya, disisa masa jabatan yang tinggal beberapa bulan ini, Bupati Abua harus bisa menyelesaikan masalah ini. Jika tidak, itu berarti Bupati meninggalkan citra buruk bagi masyarakat Wahai khususnya dan Malteng pada umumnya. 

Sebab, masalah seperti ini kerap dihadapi sejumlah negeri adat yang ada di Malteng. Akhirnya, tanpa ada penyelesaian yang baik.

"Paling tidak itu jadi kado indah untuk kami warga Wahai dan Malteng pada umumnya," pinta dia

Sekretaris PKS Muda Malteng itu mengaku, akibat pelantikan tersebut, terjadi kesalahpahaman diantara warga Wahai. Kemudian warga juga sudah melakukan aksi demonstrasi di depan rumah Raja Hasan.

Beberapa poin tuntutan yang warga minta diantaranya, menolak Hasan Basri Tidore sebagai Raja Wahai, mempolisikan sejumlah warga yang dinilai dalang dari persoalan raja di Wahai, serta meminta Bupati Malteng untuk kembali melihat putusan pengadilan Masohi terkait penetapan mata rumah parentah.

"Ini harus diusut tuntas sehingga tidak meninggalkan bom waktu bagi masyarakat Wahai," tukasnya

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar