Penumpang Ferry Cantika Desak Siong Pecat Anak Buah Nakal

KBRN, Ambon : Sejumlah penumpang Ferry Cantika dan kapal cepat tujuan Tulehu-Masohi, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng), mendesak pemilik PT Dharma Indah, Siong, untuk segera mengevaluasi kinerja anak buahnya yang ditempatkan di pos penjualan tiket pelabuhan Tulehu, Kecamatan Salahutu, Malteng. 

Permintaan itu lantaran adanya dugaan praktek curang yang kerap dilakukan oknum petugas ketika menjual tiket ke para calon penumpang.

"Ada cara-cara nakal yang dilakukan petugas penjual tiket di pelabuhan Tulehu. Untuk itu, saya minta pak Siong sebagai pemilik PT, segera mengevalausi anak buahnya. Bila perlu yang ketahuan nakal, dipecatlah. Jangan bikin tambah susah masyarakat," kata Safri, salah satu penumpang ferry Cantika tujuan Tulehu-Masohi kepada RRI di Ambon, Kamis (20/1/2022)

Menurutnya, harga tiket untuk pengendara sepeda motor, dijual Rp 110 ribu. Sementara penumpang perorangan, Rp 80 ribu. Jika ditotalkan, maka uang yang harus dibayar sebesar Rp 190 ribu. 

Anehnya, jika ada calon penumpang yang memberikan uang Rp 200 ribu, maka oknum petugas yang diketahui bernama Yono itu tak lagi memberikan sisa kembalian sebesar Rp 10 ribu.

"Saya alami itu. Dan ketika saya tanya apa tak ada kembalian Rp 10 ribu, petugas hanya mengangguk kepala pertanda iya," jelasnya

Dikatakan, meski uang kembalian hanya Rp 10 ribu, tapi ini tak boleh dilakukan. Petugas tentu harus berlaku jujur terhadap para penumpang.

"Bayangkan saja, kalau kembalian Rp 10 ribu ini berlaku untuk 30 sampai 40 penumpang, berapa untung yang petugas dapatkan per hari. Ini kejahatan namanya," tutur Safri  

Hal yang sama pun diungkapkan Ahmad. Calon penumpang tujuan Masohi itu mengaku pernah juga mengalami hal yang sama. 

"Bahkan sampai kita beradu mulut dengan petugas, tapi oknum petugas yang bersangkutan menganggapnya biasa," terang Ahmad

Dia berharap, oknum petugas yang diketahui bernama Yono dan beberapa rekannya harus menjadi perhatian pemilik kapal, Siong. Kalau bisa dipecat karena mereka telah merugikan masyarakat calon penumpang. 

"Selain itu, ini tentu membuat nama PT Dharma Indah menjadi jelek di masyarakat Maluku," tukasnya (Rafsanjani)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar