Baru Rampung 26 Persen, Kajati Maluku Komentari Proyek Bendungan Waeapo

KBRN Ambon: Pengerjaan proyekpembangunan Bendungan Waeapo di Desa Wapsalit Kecamatan Lolong Guba, dan Desa Wea Flan Kecamatan Wae Lata Kabupaten Buru Provinsi Maluku, baru rampung 26 persen.

Proyek itu senilai Rp 2,1 Triliun lebih,bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2017-2022, diminta Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Maluku, Dr Undang Mugopal,  harus segera dituntaskan.

"Ini proyek strategis nasional menjadi perhatian dan pengawasan ketat Kejaksaan Tinggi Maluku. Diharapkan, semua pihak yang bertanggungjawab dapat menyelesaikannya tepat waktu, sesuai  kontrak,"tegas  Kajati, Jumat (22/10/2021)

Penegasan Kajati itu berdasarkan tinjauan langsung ke lokasi proyek belum lama ini dan disaksikan langsung bagaimana kondisi yang ada. Saat tinjauan, Kajati  bersama Kepala Badan Intelijen Daerah Provinsi Maluku, Brigjen TNI Jimmy Aritonang, Bupati Buru Ramly Umasugi, serta Forkopimda Kabupaten Buru.

Menurutnya, peninjauan ke lokasi proyek milik Balai Sumberdaya Air (BSDA) Provinsi Maluku melalui Kementerian PUPR  sekaligus sebagai tugas pendampingan serta pengawasan.

"Saat di lapangan, pihak pelaksana proyek menyampaikan beberapa kendala dan progres dalam pekerjaannya. Tapi kami harap semua kendala bisa terselesaikan,"ucapnya.

Lokasi proyek yang berada tepat di bekas pembuangan para tahanan narapidana politik, pada 11 Februari 2021 lalu, pernah ditinjau langsung  tim Penyelidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tapi mengenai hasil tinjauan, pihak KPK  tidak memberi keterangan.

Proyek Bendungan Waeapo  sesuai informasi  Balai Sumberdaya Air Provinsi Maluku, dibangun di atas lahan seluas 444,79 hektar. Luas genangannya mencapai 235,10 hektar, serta dapat menampung air maksimal 50 juta meter kubik dan akan mengairi 10.000 hektar sawah di Pulau Buru. Targetnya, bendungan ini akan dijadikan juga untuk tempat pariwisata baru.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00