Pembangunan Menggunakan Konstruksi Tahan Gempa Antisipasi Dampak Bencana Harus Diterapkan

KBRN, Ambon: Wali Kota Ambon, Richard Louhenapesy,menghimbau agar proses pembangunan di Kota Ambon menggunakan konstruksi berbasis material dan desain yang tahan gempa, mengingat Ambon masuk wilayah rawan bencana gempa bumi.

"Pembangunan fisik pemerintah, swasta atau masyarakat diimbau untuk memilih konstruksi tahan gempa, ketika akan membangun hunian ataupun bangunan lainnya," kata Wali Kota Ambon, Richard Louhenapesy, di Ambon.

Dikatakan,struktur bangunan yang tidak sesuai dengan standar keamanan gempa bumi menjadi salah satu penyebab besarnya kerusakan yang terjadi pasca gempa.

Selain menyebabkan kerugian materiil yang besar, kerusakan bangunan yang terjadi ketika gempa juga adalah timbulnya korban jiwa.

Belajar dari pengalaman kata Louhenapessy, ke depan pembangunan fisik paling tidak dalam kalkulasi teknisnya, dibuat lagi perencanaan dan konstruksi fisik yang memadai.

"Sehingga jika terjadi gempa paling tidak dapat mengurangi resiko kerugian materiil maupun korban jiwa," katanya.

Ia mengakui, bencana alam seperti gempa tak dapat dihindari bahkan dihentikan, tapi bisa diminimalkan yakni kerugian materiil saat terjadinya gempa.

Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah membangun bangunan tahan gempa, yang dirancang dan diperhitungkan secara analisis, baik kombinasi beban penggunaan, material, dan penempatan massa strukturnya.

Dikatakan, Pulau Ambon dan sekitarnya pada  2019, mengalami kejadian gempa bumi sebanyak 5.101 dengan berbagai kekuatannya.

Rekomendasi yang disampaikan BMKG dan BNPB menjadi catatan sekaligus pengalaman yang harus ditindaklanjuti oleh pemerintah dan masyarakat.

"Kita juga sebelumnya telah melaksanakan seminar, hasilnya menjadi referensi bagi kita guna menjadi pegangan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang terjadi," tandas Louhenapessy.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00