Kajari Buru Akui tak Ada Intervensi Mengusut Kasus Korupsi

KBRN,Ambon:Semua kasus dugaan korupsi yang dilaporkan  masyarakat ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Buru akan tetap diusut sampai tuntas.

Kajari Buru, Muthadi memastikan upaya pemberantasan korupsi tetap berjalan dalam situasi pandemi Covid-19 saat ini. Pihaknya  tetap melakukan penyesuaian dalam melaksanakan tugasnya, meskipun jumlah personil  yang terbatas.

Iapun akui dalam mengusut belasan kasus korupsi,  tidak ada tebang pilih dan tentunya Kejari Buru bekerja dengan hati nurani.

"Jika ada laporan dugaan korupsi, akan saya usut sampe tuntas dan saya tidak mau ada yang namanya intervensi, tendensi atau apapun dari pihak manapun,"tegas Muhtadi kepada RRI Ambon, Minggu (19/9/2021)

Kasus korupsi yang sementara dalam penanganan Kejari Buru adalah kasus korupsi penggunaan Dana Desa (DD) Tahun 2018 -2019 di Kabupaten Buru untuk Pengadaan Lampu Jalan Tenaga Surya yang diperuntukan untuk 82 desa. Selanjutnya kasus korupsidalam proyek timbunan fiktif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Namrole, Kabupaten Buru Selatan Tahun Anggaran 2020. Proyek itu dinilai merugikan negara sebesar Rp.329.613.687.

Muthadi juga menegaskan bahwa, kedepan  dalam upaya mencegah praktik korupsi  di Buru dan Buru Selatan, dilakukan melalui cara preventif atau mencegah di awal mulai dari pelaksanaan, pengadaan, hingga kegiatan proyek selesai.

Dalam hal ini, penegakan hukum tidak dapat disamakan dengan industri yang keberhasilannya semata-mata diukur dari tingkat penanganan perkara. Penegakan hukum justru dikatakan berhasil apabila mampu menekan tingkat kejahatan dan meningkatkan kesadaran hukum di masyarakat.

"Kita targetkan menyelamatkan  uang negara. Selain itu kita akan lakukan upaya pencegahan sehingga  keuangan negara ini semuanya hanya untuk kepentingan  rakyat  dan bukan untuk dikorupsi,"ujarnya

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00