Kejari SBB Serahkan Satu Anak Binaan

KBRN,Ambon: Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Ambon menerima satu Anak Binaan dari Kejaksaan Negeri (Kejari)  Seram Bagian Barat (SBB).

Penerimaan dengan menerapkan protokol kesehatan Coronavirus disease (Covid-19) sesuai dengan Surat Edaran Direktur Jenderal Pemasyarakatan Nomor: PAS-20.PR.01.01 Tahun 2020 bahwa setiap penerimaan tahanan baru wajib menerapkan protokol mulai dari proses masuk sampai pada proses penempatannya di blok hunian.

Kepala LPKA Ambon, Catherian Picauly, menjelaskan selama pandemi Covid-19 penerimaan Anak menerapkan prosedur tambahan yang menjadi pedoman LPKA Ambon.

"Selain dilengkapi surat penahanan, penerimaan Anak juga disertakan hasil rapid antigen nonreaktif yang menjadi salah satu syarat sebelum Anak masuk ke LPKA Ambon. Protokol kesehatan juga diterapkan dengan memakai masker, mencuci tangan, pengecekan suhu tubuh, hingga penyemprotan disinfektan terhadap barang bawaan," urainya, Selasa (27/72021)

Setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan, Anak berinisial RAW ini akan menjalani masa isolasi selama 14 hari. Nantinya, lanjut Chaterian, Anak tersebut akan ditempatkan pada kamar isolasi dan dipantau kondisi kesehatannya.

"Hal ini merupakan langkah preventif untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 di lingkungan LPKA Ambon,"jelas Chaterian.

Staf Registrasi, Mick Arthur, saat menginput identitas anak pada Sistem Database Pemasyaraktan (SDP) mengatakan anak berinisial RAW melanggar Pasal 362 KUHP dengan lama penahanan 7 Bulan. Sebelumnya ia sudah di tahana pada Kepolisian Resor SBB sejak 24 Mei 2021 lalu.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00