PUPR Malteng: Tanah Dusun Mahu Retak, Tak Layak Lagi Dihuni

KBRN, Ambon : Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) memastikan tanah di Dusun Mahu retak pascagempa magnitudo 6.1 SR mengguncang kawasan Tehoru, Rabu (16/06/2021) sekitar pukul 13.43 WIT.

Kepastian itu disampaikan Plt Kepala Dinas PUPR Malteng Hasan Firdausi kepada RRI, usai mendata kerusakan yang ditimbulkan oleh gempa M6.1 Tehoru, Kamis (17/05/2021). 

"Setelah gempa terjadi kemarin, saya bersama Staf Bidang Cipta Karya, Bina Marga, Sumber Daya Air dan Tata Ruang, langsung turun ke lokasi terdampak untuk mendata kerusakan-kerusakan yang terjadi akibat gempa 6.1 SR," ungkap Firdausi.

Dari hasil tinjauan lapangan diketahui gempa M6.1 Tehoru menyebabkan beberapa infrastruktur yang dibangun PUPR seperti talud pantai, fasilitas air bersih dan jalan mengalami kerusakan, di samping rumah warga tentu saja.

Staf Dinas PUPR Malteng Ricko Waileruny menjelaskan, gempa M6.1 menyebabkan banyak rumah warga di Tehoru dan sekitarnya retak. Tak hanya rumah warga, rumah ibadah seperti Masjid dan Gereja juga mengalami keretakan di sebagian dinding. 

"Ada juga rumah ibadah yang terkena dampak. Masjid di Dusun Mahu retak di sebagian dinding, Gereja Waimahu juga ada retakan pada dinding, kaca jendela dan plafond juga rusak. Sedangkan Gereja di Saunulu,  pagar gereja retak dan beberapa titik pada bagian sloof," ungkap Ricko.

Khusus Dusun Mahu, tambah Ricko, gempa M6.1 menyebabkan hampir semua bidang tanah di dalam kampung retak-retak dan tak layak lagi dihuni. Kondisi itu membuat sebagian warga kampung menyatakan siap direlokasi ke tempat lain.

"Sampai saat ini, anak-anak, perempuan dan orang tua masih mengungsi di dataran tinggi. Yang tinggal di dalam kampung hanya laki-laki," ungkap Ricko.

Sebelumnya, Kepala BPBD Malteng Abdul Latief Key dikonfirmasi terpisah mengakui ribuan warga masih mengungsi di dataran tinggi. Mereka yang mengungsi berasal dari 4 desa, yakni Sounalu, Yaputih, Haya dan Tehoru.

Menurutnya, hingga Kamis pagi,  BBPD Malteng mencatat sedikitnya 7.227 warga empat desa  yang masih mengungsi di hutan. Selain itu, gempa M6.1 menyebabkan 225  rumah dan fasilitas lainnya rusak.

"Data sementara, rumah warga  yang rusak di Yaputih  sebanyak 15 unit, Saunolu 70 unit, Tehoru 40 unit dan Desa Haya 18 unit, belum termasuk fasilitas pemerintah," demikian Kepala BPBD Malteng.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00