Sumber Air di Negeri Lima akan Dikelola Jadi Produk Kemasan

KBRN,Ambon: Sumber mata air Wae (Sungai) Ela di Negeri Lima, Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku, siap dikelola menjadi produk air minum kemasan lokal.

Komitmen itu disampaikan Hamdan Tunny, setelah terpilih menjadi Ketua Umum (Ketum) Himpunan Keluarga Besar Hena Lima (HKBHL). Pastinya rencana besar ini, salah satu tujuan untuk mengembangkan organisasi dan utamanya membantu membuka lapangan kerja.

"HKBHL ini harus punya bidang usaha. Bukan menada tangan saja. Itu tidak baik. Orang akan cepat bosan dengan kita. Kenapa ada produk air kemasan di kawasan IAIN dan sekitarnya, Wae Ela tidak bisa!. Saya kreditkan modal untuk sewa. Tidak perlu pakai bunga. Kita bangun produksi air minum sehat di Negeri Lima," kata Tunny dalam sambutannya, Minggu (13/6/2021).

Keinginan Tunny agar organisasi membuat produk air minum bukanlah tanpa alasan. Dia pernah memeriksa pH pada kandungan Air Wae Ela. Hasilnya, tak ada pH yang ditemukan. Sampel kandungan air ini bahkan pernah diperiksa di Institut Pertanian Bogor (IPB) serta Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKL-PP ) Ambon.

"Kalau kita ingin mesin yang minimal 40-70 karton, itu orisinal sudah ada di Makassar. Jadi bisa bikin gelas, mirip gelas plastik air kemasan. Saya siapkan. Kita punya generasi muda tidak boleh nganggur. Tinggal balikin modal saya, mesin itu sudah jadi milik HKBHL dan keluarga Negeri Lima," jelasnya.

Sebagaimana diketahui, pH merupakan indikator tingkat asam atau basa pada air yang dinilai dengan skala 0-14. Air yang netral alias tidak basa maupun asam memiliki kandungan pH sebesar 7. Air asam memiliki pH kurang dari 7 dan air basa lebih dari 7. Setiap angka ini menggambarkan perubahan derajat asam/basa sebesar 10-kali lipat.

Selain membuat air kemasan Wae Ela, Hamdan Tunny juga berkeinginan untuk adanya kerja sama antara HKBHL dengan Pemerintah Negeri (Pemneg) Negeri Lima untuk melakukan kegiatan sosial.

Di poin ini, Tunny berencana mendatangkan pakar untuk memberikan bimbingan tes CPNS kepada para lulusan perguruan tinggi.

"Saya punya Laboratorium dan Komputer 110 unit. Kita harus datangkan pakar, lalu latih lulusan ini. Jangan tinggal diam. Jangan tiba saat, tiba akal. 100 orang ikut tes CPNS, 100 gugur. Mari kita siapkan. Saya punya fasilitas. Tidak disewakan kalau untuk kepentingan Negeri Lima," paparnya.

Tunny meminta agar badan pengurus HKBHL secepatnya terbentuk. Dengan begitu, cabang organisasi bisa dibentuk di luar Ambon (Maluku) maupun luar Maluku.

"Jangan abaikan, secepatnya lantik mereka supaya kita bisa kerja. Dan agar organisasi ini mendapat berkah, tiap bulan kita Yasinan," tutup Tunny

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00