Relokasi Pedagang Mardika Temui Jalan Buntu

KBRN, Ambon : Sepekan berlalu sejak  ratusan pedagang pasar Mardika menyerbu Kantor Walikota Ambon didukung aktivis  Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Ambon, terkait penolakan pemindahan pedagang ke pasar transit Passo, hingga kini belum ada titik terang.

Pantauan RRI, Senin (14/06) di pasar Mardika, aktifitas jual-beli masih berlangsung seperti biasa dan belum ada satupun pedagang yang memindahkan dagangan mereka ke lapak relokasi.

Poly, salah satu pedagang sayuran di pasar Mardika mengaku, masih berjualan seperti biasa dan tidak akan berpindah ke pasar Transit Passo. Bahkan ia bersama ratusan pedagang lainnya menunggu instruksi dari Walikota Ambon terkait lokasi yang akan dijadikan sebagai tempat relokasi sementara, menggantikan lokasi di pasar Transit Passo sesuai yang dikatakan Walikota Ambon. Menurutnya, sesuai janji Walikota Ambon bahwa akan berupaya menghadap Gubernur Maluku, agar para pedagang dapat menempati sementara lokasi Victoria.

"Kami tetap jualan karena belum ada kabar. Sesuai janji Walikota Ambon, Richard Louhenapessy, ketika berbicara bersama saya bahwa tiga hari setelah aksi demo yang kami lakukan, kami akan mendapat kabar tentang lokasi yang akan kami tempati menggatikan lokasi mardika," jelasnya.

Ia mengaku, seluruh pedagang menyetujui adanya revitalisasi pasar Mardika, namun untuk relokasi ke pasar Transit Passo ditolak pedagang. Sejumlah alasan yang disampaikan kepada Walikota terkait lokasi Pasar Transit yang sepi pengujung, biaya transportasi yang mahal mengingat  semua pedagang berdomisili jauh dari Passo serta alasan keamanan.

"Kita sudah sampaikan alasan kita tolak ke Passo dan Walikota sangat mengerti," ujarnya.

Senada dengan Poly, Watty pedagang lainnya mengaku berdomisili di Passo namun memilih berjualan di Mardika, lantaran dagangnya tidak laku sehingga sulit untuk memenuhi kebutuhan keluarga. 

"Kalo beta bajual di Passo, beta deng keluarga seng makan lai. Pembeli sadiki saja, baru cuma orang Passo yang balanja, bahkan ada orang Passo yang jua pi balanja di Mardika. Pasar Transit itu jam 12 keatas lai seng ada orang," Ujar Watty dalam dialeg Ambon. 

Relokasi pedagang Mardika lagi-lagi melenceng dari rencana yang dibuat Pemerintah Kota Ambon. Sebelumnya, Kepala Disperindag Kota Ambon, Jhon Slarmanat kepada RRI.co.id mengatakan, jika tanggal 10 Juni 2021 telah dilakukan pembongkarab pasar Mardika dan penertiban pedagabg dilakukan pada tanggal 08 Juni 2021 melibatkan tim terpadu yakni TNI-Polri, Satpol PP dan beberapa Dinas terkait.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00