Buronan Kasus Bandara Tiakur MBD Dijebloskan ke Lapas Ambon

EKSEKUSI: Buronan kasus pembangunan Bandara Tiakur, Kabupaten MBD Provinsi Maluku, transit di Ruang Tunggu Kejaksaan Tinggi Maluku, sebelum dieksekusi ke Lapas Ambon-Syahirah/RRI

KBRN,Ambon: Setelah menempuh perjalanan dari Jakarta dengan menggunakan pesawat Garuda, buronan tindak pidana korupsi pembangunan konstruksi runway  Bandara Moa Tiakur pada APBD 2012 Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) Provinsi Maluku, bernama Sunarko,   tiba di Kantor Kejaksaan Tinggi Maluku tepat Pukul 16:19 WIT, Kamis (22/10/2020)

Setelah transit 30  menit di ruang tunggu Kejaksaaan Tinggi Maluku, Sunarko kemudian dieksekusi untuk diamankan ke dalam sel Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Ambon.

Dalam perjalanan, Sunarko  terlihat mengenakan kemeja kotak hitam putih dan rompi kejaksaan berwarna merah muda. Ia dikawal  Tim gabungan Intelijen Kejaksaan Agung, Kejaksaan Tinggi  Maluku ditambahTim Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru. 

Sebelumnya, tim gabungan itu  berhasil meringkus Sunarko , Direktur PT Bima Prima Taruna ini,  di Hotel Asnof Kamar 208, Jalan Tuanku Tambusai Tengkerang Bar, Kecamatan Marpoyan Damai Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.Terpidana tersebut sudah berada di Pekanbaru selama empat hari bersembunyi dari kejaran petugas.

Aspidsus Kejaksaan Tinggi Maluku, Muhammad Rudi membenarkan,  penangkapan Sunarko berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI Nomor: 903 K/PID.SUS/2019 tertanggal 23 Mei 2019 serta Surat Perintah Pelaksanaan Putusan Pengadilan (P-48) Kepala Kejaksaan Negeri Tual Nomor : Print-126/Q.1.12/Fuh.3/04/2020 tertanggal 21 April 2020.

Pelaksanaan Putusan MA itu, terkait tindak pidana korupsi pembangunan konstruksi runway Bandara Moa Tiakur pada APBD Kabupaten Maluku Barat Daya Tahun Anggaran 2012 senilai Rp19 miliar dengan kerugian mencapai Rp2,9 miliar lebih.

"Sunarko  ditangkap untuk dieksekusi karena putusan perkara korupsi pembangunan konstruksi runway Bandara Moa Tiakur sudah berkekuatan hukum tetap (inkracht),"jelas Rudi.

Sunarko awalnya divonis bersalah oleh Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Ambon pada Pengadilan Negeri Ambon, oleh Majelis Hakim yang diketuai Felix Ronny Wuisan.Majelis hakim menyatakan, terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sebagaimana dakwaan primair.

Majelis hakim dalam amar putusan perkara Nomor: 20/Pid.sus-TPK/2017/PN Ambon, menjatuhkan 4 tahun penjara terhadap Sunarko, serta membayar denda sejumlah Rp200 juta dengan ketentuan jika tidak dibayar akan diganti dengan pidana kurungan selama 2 bulan.

 Di tingkat banding, Pengadilan Tinggi (PT) Ambon kemudian menguatkan putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Ambon. Selain itu, PT Ambon menghukum terdakwa Sunarko membayar uang pengganti sejumlah Rp2,9 miliar lebih (SS)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00