Terduga Penyalahgunaan Dana Desa Rumeon Dilaporkan ke Polisi

KBRN, Bula :  Ketua LSM Pemuda Peduli Desa, Maryani Tuhuteru, pekan lalu melaporkan kasus dugaan penyalahgunaan Dana Desa Negeri Administratif Rumeon Kecamatan Pulau Gorom ke Polres Seram Bagian Timur.  Tuhuteru yang juga warga Desa Rumeon, mengendus ada aroma ketidakberesan dalam pengelolaan dana desa, sehingga dilaporkan ke polisi.

Kepada RRI di Bula, Senin (22/06/2020), Tuhuteru menyebut pengelolaan dana desa di Rumeon tidak berhasil meningkatkan taraf hidup masyarakat karena diduga telah terjadi penyalahgunaan anggaran. Dari fakta pendukung di lapangan yang diperkuat dengan bukti-bukti, Tuhuteru menduga telah terjadi penyalahgunaan dana desa yang melibatkan Penjabat Desa dengan Ketua BPNA secara berjamaah.

Dugaan itu diperkuat dengan kondisi pemerintahan yang  buruk, dimana  sejak tahun 2016 -  2020 tidak sekalipun dilakukan Musrenbang Desa yang menjadi agenda wajib tahunan untuk menyusun Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Desa, karena RKP itu kata Tuhuteru dibuat secara sepihak oleh penjabat desa tanpa melibatkan masyarakat.   

Selainnya, tambah Tuhuteru, terdapat banyak item dalam Laporan realisasi pembangunan Desa Rumeon tahun 2018 dan 2019 yang tidak memiliki bukti konkrit di lapangan. Dia mencontohkan Program Bantuan Usaha Ekonomi Produktif yang dianggarkan dalam Dana Desa (DD) 2018 sebesar Rp72 juta, sama sekali tidak memiliki bukti realisasi di lapangan, termasuk anggaran untuk PKK yang belum terbentuk sampai sekarang sebesar Rp10 juta.

Sedangkan untuk dana desa 2019, lanjut Tuhuteru, ditemukan banyak program yang tidak memiliki bukti pelaksanaan di lapangan, antara lain Program Penguatan Ketahanan Pangan Desa sebesar Rp261.885.000, pembangunan rehabilitasi sarana dan prasarana rumah adat Rp40 juta, Bantuan Perikanan (Bibit/Pakan/dll) Rp17.450.000, Program Pengelolaan Lingkungan Hidup Milik Desa Rp18 juta, serta Penyelenggaraan PAUD/TK/TPA/TPQ Rp55.250.000.

Berdasarkan temuan-temuan itu, Ketua LSM Pemuda Peduli Desa yang juga warga Rumeon Maryani Tuhuteru mengatakan, telah membuat laporan dan dilaporkan ke polisi. Laporan tersebut, tambah Tuhuteru telah disampaikan ke Polres SBT pada Kamis, 18 Juni 2020, untuk selanjutnya diproses secara hukum.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00