Jaksa Belum Umumkan Siapa Tersangka Korupsi di RSUD Haulussy Ambon

KBRN, AMBON : Tim penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku hingga saat ini belum juga mengumumkan siapa tersangka dibalik dua kasus korupsi jumbo di RSUD Haulussy Ambon. Padahal, dua kasus yang berpotensi merugikan keuangan Negara itu telag berstatus penyidikan sejak Juli 2022 lalu. 

Dua kasus dimaksud adalah, dugaan penyimpangan penyaluran tunjangan intensif, Jasa BPJS, Jasa Perda dan makan minum tenaga medis dan dugaan korupsi pembayaran jasa medical check up pemilihan calon kepala Daerah dan wakil kepala Derah Kabupaten/Kota dan Provinsi Maluku dari tahun 2016 sampai dengan Tahun 2020 di rumah sakit milik pemerintah daerah itu.

Kasipenkum dan Humas Kejati Maluku, Wahyudi Kareba yang dikonfirmasi mengakuinya. 

“Ia, belum ada tersangka. Penyidik masih bekerja,” ungkapnya via seluler, Minggu (14/8/2022). 

Dikatakan, tim penyidik masih terus memeriksa sejumlah saksi sebagai upaya memperkuat dua alat bukti yang cukup untuk menentukan siapa pelaku dibalik dua kasus korupsi itu. 

Menurutnya juga bahwa, selain memeriksa sejumlah saksi penyidik juga sedang menunggu hasil audit kerugian keuangan negara dari BPKP Perwakilan Maluku. 

“Jadi kita kuatkan duluh peristiwa pidananya. Penyidik masih bekerja sambal menunggu audit dari BPKP. Waktunya akan kita sampaikan ke publik,”ujarnya. 

Kedua kasus ini terbilang cukup cepat penanganannya, setelah dilaporkan masyarakat. Kedua kasus tersebut mulai dilaksanakan rangkaian penyelidikan dan penyidikaanya sejak Maret 2022 kemarin.

Puluhan saksi diperiksa. Mereka yang menerima tengah honor seperti para tenga medis, Dokter, dan petugas ruangan semuanya telah diperiksa. Penyidik memastikan kedua kasus ini sampai ke meja hijau.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar