Jaksa Percepat Pemberkasan Tiga Tersangka Korupsi KPUD SBB

KBRN, AMBON : Pasca ditahannya tiga tersangka dua kasus dugaan korupsi di tubuh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Seram Bagian Bara SBB, penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku percepat langkahnya. Pastikan berkas perkara mereka dilimpahkan ke Pengadilan. 

Ketiga tersangka itu, masing-masing, mantan Sekertaris KPUD SBB berinisial, MDL dan Bendaharanya, HBR ditahan dalam kasus dugaan korupsi penyelenggaraan Pileg dan Pilpres tahun 2014. Dalam kasus ini, keduanya membuat Negara rugi hingga Rp.9 miliar berdasarkan hasil audit Inspektorat Provinsi Maluku. 

Yang kedua yakni, dugaan korupsi pengelolaan dana hibah yang bersumber dari APBD tahun anggaran 2016-2017. Kasus ini juga menyeret, MDL. Sebagai temannya adalah, MBA yang adalah bendahara pengelolah dana Hibah. Kasus ini megara merugi hingga Rp. 3 miliar. 

Kasipenkum dan Humas Kejati Maluku, Wahyudi Kareba yang dikonfirmasi mengaku, penyidik sedang merampungkan berkas perkara mereka. 

“Hasil pemeriksaan saksi, alat bukti yang saat ini sedang dirampungkan penyidik. Kita pastikan perkara ketiga tersangka segera masuk pengadilan dalam waktu yang cepat,” tegasnya via selulernya, Minggu (14/8/2022).

Dia menjelaskan, dalam dua kasus ini ketiga tersangka sudah ditahan di Rutan Kelas IIA Ambon. Penahanan ketiganya, lanjut dia, dilakukan selama 20 hari kedepan, pasca ditahan saat itu, guna kepentingan penyidikan lebih lanjut. 

“Jadi perbuatan ketiga tersangka ini, untuk kasus pertama soal dana Pilpres itu kerugian Rp. 9 miliar. Untuk yang kedua itu, Rp. 3 miliar. Nanti fakta lebih detail akan kita buka dipersidangan. Yang pastinya ketiga tersangka sudah ditahan di Rutan Kelas II Ambon,” jelas Aspidsus. 

Perbuatan ketiga tersangka diganjar pasal 2 dan pasal 3 jo pasal 18 ayat 1 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, sebagaiman diubah dalam UU Nomor 20 tahun 2001 jo pasal 55 ke-1 KUHPidana.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar