Anggaran Medical Check Up Calon Kepala Daerah di RSUD Haulussy Ambon Rp. 2 Miliar, Jaksa Masih Sidik

KBRN, AMBON : Penyidikan kasus dugaan korupsi pembayaran jasa medical check up pemilihan calon kepala Daerah dan wakil kepala Derah Kabupaten / Kota dan Provinsi Maluku dari  tahun 2016 dan 2020 masih terus berjalan. Nilainya miliaran rupiah. 

Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas (Kasipenkum) Kejaksaan Tinggi Maluku, Wahyudi Kareba memgaku, kasus tersebut telah ditinggkatkan ke penyidikan oleh penyidik. Nilai kasusnya memcapai Rp. 2 miliar. 

"Iya, sudah kita naikan ke penyidikan. Dan untuk nilainya mencapai Rp. 2 miliar," jelas Kareba. 

Diakui Kareba, pihaknya juga saat ini melalui tim penyidik telah memprogreskan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi untuk diperiksa. "Saksi-saksi sudah dijadwalkan untuk diperiksa," ujarnya. 

Menurutnya, sebelnya juga penyidik  sudah memeriksa sejumlah saksi.

"Penyidik telah memeriksa sembilan orang saksi. Ke sembilan saksi itu salah satunya, mantan Direktur RSUD Haulusy. Juga salah satu orang mantan Kadis Kesehatan Provinsi, dan tujuh orang dokter RSUD Haulusy," katanya. 

Pemeriksaan terhadap sembilan saksi itu, kata Wahyudi terkait dugaan korupsi tersebut yang diusut berdasarkan laporan masyarakat. 

"Kalau dokter diperiksa terkait honor. Sementara lainnya diperiksa terkait tugas pokok," pungkasnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar