Penyidikan Korupsi Dana Pilpres 2014 di KPUD SBB Masih Berlanjut

KBRN, AMBON : Lama tak terdengar perkembangan penanganannya, kasus dugaan penyimpangan keuangan pemilihan Legislatif dan pemilihan presiden tahun 2014 pada KPUD Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) diakui masih berjalan. 

Kasus ini ditangani Kejati Maluku. Total dana pemilu sebesar Rp. 13 miliar. Indikasi korupai tercium, membuat penyidik Kejati Maluku mengusutunya. Alahasil dua tersangka sudah di tetapkan mereka. 

Namun, kasus tersebut kunjung tuntas. Kejati malah, mengusut kasus baru di tubuh KPUD SBB, yakni dana Hibah 2017-2018. Dua tersangka juga dijerat mereka. 

Kasipenkum dan Humas Kejati Maluku, Wahyudi Kareba mengaku, kasus tersebut masih jalan. Penyidik masih merampungkan berkas kedua tersangka,  mantan Sekertatis KPUD SBB berinisial MDL dan bendahara berinisial HBR.

"Jalan. Berkas kedua tersangka sedang dirampungkan," ungkapnya, Minggu (3/7/2022). 

Untuk pemeriksaan kedua tersangka, kata Wahyudi, belum dilakukan. Namun, keduanya sudah lebih awal diperiksa auditor Inspektorat Maluku guna mengaudit kerugian negara dalam kasus dimaksud. 

"Untuk pemeriksaan, sedang dijadwalkan," ujar wahyudi. 

Diketahui, Kasus dengan kerugian keuangan negara sebesar Rp 9 miliar ini mulai disidik Kejati Maluku setelah mendapat laporan dari masyarakat.Disebutkan PAGU anggaran yang didapat KPUD untuk pemilu 2014 itu sebesar Rp 13,6 Miliar dengan pembagian kepada 11 Kecamatan di SBB.

Dari anggaran tersebut, yang terealisasi sekitar Rp 10,7 miliar namun, sebanyak Rp 9,6 miliar tak bisa dipertanggungjawabkan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar