Nipu Dengan Modus Beli Sapi, Warga Batu Merah Ini Dihukum 1,4 Tahun Penjara

KBRN, AMBON : Faruk Atamimi terdakwa kasus Penipuan ini dihukum Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Ambon, Rabu (18/5/2022). 

Atamimi diketahui menipu Daeng Hafid, warga Batu Merah ini hingga puluhan juta rupiah. Modusnya, untuk membeli sejumlah sapi di Pulau Seram, Maluku. 

Pria 42 tahun asal desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon itu dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar pasal 378 KUHPidana tentang Penipuan. 

"Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa Faruk Atamimi dengan pidana selama 1 tahun dan 4 bulan penjara" Kata, Hakim Lutfi dalam amar putusannya. 

Vonis hakim ini, lebih ringan dari tuntutan Jaksa. Chrisman Sahetapy dalam tuntutannya, menuntut Terdakwa dengan pidana selama 2 tahun dan 4 bulan.

Hal memberatkan, perbuatan terdakwa mengakibatkan korban rugi secara materil. Sementara yang meringankan, terdakwa bersikap sopan dalam persidangan serta mengakui kesalahan dan berjanji tidak mengulangi perbuatannya. 

Usai mendengarkan putusan, terdakwa melalui kuasa hukumnya Robert Lesnusa menyatakan Pikir-pikir. Sidang pun ditutup.

Diketahui, kejadian penipuan dan atau penggelapan yang dilakukan oleh Faruk Atamimi terhadap korban Daeng Hafid ini, terjadi pada hari Rabu 10 November 2021 lalu, tepatnya di Kos-Kosan korban,  lorong terminal mardika, RT 004/ RW 001 Kelurahan Rijali, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon. 

Modusnya terdakwa pada tiga hari sebelumnya mendatangi korban di kosannya dan menawarkan untuk membeli beberapa ekor sapi di Pulau Seram. Namun, saksi mengatakan kalau masih mengumpulkan uang. 

Setelah memiliki uang yang cukup, Korban kemudian memberikan uang sejumlah Rp. 30.000.000, kepada terdakwa dilengkapi dengan Kwitansi Penerimaan. 

Terdakwa segera berangkat ke Pulau Seram. Setelah terdakwa berada di Pulau Seram di Desa Gemba, selang beberapa hari terdakwa menelpon dengan meminta tambahan uang dengan alasan ada sapi yang besar, yang harga lebih mahal kemudian korban kembali mengirim uang sebesar Rp. 20.000.000,00 yang ditransfer melalui rekening Bank BRI. 

Namun, sayangnya setelah Terdakwa menerima uang, sapi itu tidak ada. Hasilnya, korban mengalami kerugian materi sebesar Rp 45 juta.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar