Punya Dua Paket Sabu, Dituntut 3 Tahun Penjara, Tak Terima

KBRN, AMBON : Defon Noya, terdakwa Narkotika ini, berharap cemas miminta kebaikan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Ambon untuk meringankan hikumannya pasca dituntut tiga (3) tahun penjara oleh penuntut umum Kejaksaan Negeri (Kejari) Ambon. 

Permintaan terdakwa ini, disampaikan melalui pengacaranya dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Negeri Ambon Rabu (18/5/2022). 

Dalam pembelaanya, Roygers D Lefi kuasa hukum terdakwa itu mengaku, kliennya sama sekali bukan merupakan pecandu. 

Terdakwa, kata pengacara, hanya menggunakan sabu sekali. Selain itu, Terdakwa juga bukan merupakan target Operasi. 

"Meminta kepada majelis hakim yang mulia agar mempertimbangkan Tuntutan JPU, dan memohon agar memberikan keadilan kepada klien kami"pinta pengacara kepada Majelis hakim yang diketuai Mateos Sukusno Adji.

Sidang pun ditunda hingga pekan depan dengan agenda putusan. 

Sebelumnya terdakwa yang merupakan warga OSM, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon itu dituntut tiga tahun penjara.

Menurut Jaksa, terdakaa terbukti bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dalam pasal 127 ayat (1) Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

“Meminta kepada yang mulia majelis hakim agar memvonis terdakwa Defon Noya alias Defon dengan pidana selama 3 tahun dan enam bulan kurungan,”ujar Jaksa saat itu. 

Dalam dakwaan Jaksa menyebutkan, tindak pidana yang dilakukan terdakwa terjadi pada 12 Januari 2022, sekitar pukul 22.00 WIT, tepatnya di depan Swalayan Indomaret  OSM, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon.

Dia ditangkap oleh petugas Satresnarkoba Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease berdasarkan atas informan. 

Tak menunggu lama, petugas mendatangani TKP (Tempat Kejadian Perkara) dengan tujuan menangkap terdakwa.

Saat itu karena sudah mengetahui ciri-ciri yang bersangkutan, petugas ketika melihat terdakwa berada di depan Indomaret, mereka langsung menggerebek terdakwa.

Ditangkap, polisi menemukan dua paket narkoba jenis sabu ukuran kecil, serta alat isap narkoba atau bong.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar