Jaksa Tinjau Lahan RSUD Tual, Bakal Koordinasi Dengan Appraisal

KBRN, AMBON : Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku meninjau langsung lokasi lahan yang diatasnya  berdiri  Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Tual.

Kehadiran korps adhyaksa ini  untuk melihat secara langsung  fisik lahan yang disesuaikan dengan data yang ada.

 Penjelasan tersebut disampaikan Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku, M. Rudi.

"Tim (penyelidik) lagi turun ke lapangan (Kota Tual), lagi on the spot, jadi tidak ada pemeriksaan," kata Aspidsus,  Kamis, (27/1/ 2022).

Sambil menunggu hasil on the spot, kata Rudi, pihaknya juga sementara berkoordinasi dengan Appraisal,  untuk kepentingan penilaian harga tanah.

Lahan seluas tiga hektar  tersebut di beli Pemerintah Kota Tual sebesar Rp 4,8 miliar untuk pembangunan RSUD Kota Tual tahun anggaran 2016.

"Kita lagi minta Appraisal (penilai) untuk menghitung Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) tahan RSUD Tual itu. Karena pengadaan tanah kan harus ada appraisal. Kalau appraisal menyatakan harganya dibawah NJOP, itu jadi pegangan untuk kita," ungkap.

Pihaknya juga masih mendalami dugaan penyimpangan yang terjadi.

"Belum tahu, tim sementara dalami kasusnya, tunggu saja, kalau sudah terang, baru kita ekspose ke teman-teman pers," ungkapnya.

Dalam penyelidikan kasus ini,  pihaknya telah meminta  keterangan terhadap sejumlah pihak. Di antaranya, Kepala Bagian (Kabag) Hukum dan Kabag Pemerintahan Kota Tual tahun 2016.

"Permintaan keterangan di tahap penyelidikan ini untuk mengetahui ada tidaknya suatu peristiwa yang diduga sebagai tindak pidana," jelas Rudi.

Diketahui, kasus ini diusut oleh tim penyelidik Kejati Maluku setelah menerima laporan pengaduan dari masyarakat.

Dan setelah melakukan pengumpulan data (Puldata) dan pengumpulan bahan keterangan (Puldata), Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Maluku, Undang Mugopal, langsung menerbitkan Surat Perintah Penyelidikan pada awal Januari 2022.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar