KPK Masih di Buru, Bongkar Korupsi dan TPPU, 13 Orang Diperiksa

KBRN, AMBON : Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih berada Kabupaten Buru. Mereka terus membongkar korupsi dan dugaan TPPU.

Selasa (25/1/2022) mereka memeriksa 13 orang saksi. Belasan saksi ini diperiksa di markas Polres Pulau Buru oleh lembaga anti rasua itu atas dugaan Korupsi  proyek pembangunann jalan dalam kota Namrole tahun 2015 di pemerintahan kabupaten buru selatan yang melibatkan nama Mantan Bupati Bursel Tagop S Soulissa. 

"Pemeriksaan dilakukan di Polres Pulau Buru, Jl. Pendopo No. 1 Desa Namlea Kecamatan Namlea, Kabupaten Pulau Buru," kata Jubir KPK, Ali Fikri kepada RRI Ambon via pesan watshapnya, Selasa. 

Mereka yang diperika, akui dia, di antaranya, Kepala Seksi Pembangunan Prasarana dan Jalan Dinas PU Kabupaten Bursel, Risqi Prima Ramadhan; Direktur PT Dinamika Maluku, Rudi Tandean; Pegawai Negeri Sipil Dinas Kawasan Pemukiman dan Perumahan Kabupaten Bursel dan dan Anggota Panitia Pengadaan atau Kelompok Kerja (Pokja) pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang tahun 2012, Samsul Bahri Sampulawa; PNS Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang/ Panitia Pengadaan, Santi Amin; Kasi Perencanaan Tata Ruang/ PPK Dinas PU,Stepanus Lesnussa, Sekdis PU Bursel priode 2019 hingga sekarang, Rusman Ely; Pensiunan PNS (PPK pada Dinas PUPR tahun 2012 - 2014), Theopessy Wattimury; Kepala Bagian UKPBJ Kab. Buru Selatan / Anggota Pokja Tahun 2012 dan 2015, Umat Rada; PNS Dinas PUPR Kabupaten Buru Selatan tahun 2011 – sekarang / ANggota Pokja, Yudin Ohoibor; Pegawai Negeri Sipil Dinas PUPR Kabupaten Buru Selatan / Anggota Panitia Pengadaan atau Kelompok Kerja (Pokja) pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kab. Buru Selatan, untuk periode TA 2015 dan TA 2016, Stepi Wawan Askita; Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Buru Selatan, Rahmat Dasuki; Plt.Kepala BPKAD Kab Buru Selatan, Jeane Rinsampessy; dan Hapsa Tuarita selaku Kepala BPKAD

Jubir KPK menyebut, terkait dengan kasus tersebut adanya dugaan perbuatan pidana lain dalam proses penyidikan perkara  dugaan korupsi terkait proyek pekerjaan infrastruktur di Kabupaten Buru Selatan tahun 2011 s/d 2016. 

Tim Penyidik, lanjut dia, kemudian melanjutkan proses penyidikan dengan melakukan penyidikan baru dalam perkara dugaan TPPU. 

"KPK menduga, pihak yang terkait dengan perkara ini telah melakukan penempatan, pengalihan hingga perbuatan lain untuk menyembunyikan dan menyamarkan asal usul harta kekayaan yang diduga dari hasil tindak pidana korupsi," duga dia. 

"Tim Penyidik saat ini masih melakukan pengumpulan berbagai alat bukti, diantaranya pemanggilan dan pemeriksaan saksi-saksi untuk memenuhi unsur pidana yang disangkakan. Perkembangannya akan diinfokan lebih lanjut," pungkas dia. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar