Anak Buah Kontraktor Jalan Inamosol Diperiksa Jaksa

KBRN, AMBON : Penyelidikan kasus korupsi proyek jalan penghubung Desa Rambatu-Manusa, Kecamatan Inamosol, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) tahun 2018 senilai Rp. 31 miliar terus berjalan. Saksi-saksi terus dipanggil untuk diperikaa Penyelidik Kejati Maluku. 

Terakhir, Thomas Wattimena yang adalah Mantan Kadis PUPR Kabupaten Seram Bagian Barat diperiksa. Ia diperiksa enam (6) jam di Kantor Kejati Maluku. Hasilnya, menurut Jaksa, keterangan Thomas sangat bermanfaat untuk membongkar kejahatan atas kasus yang dilaporkan masyarakat. 

Kali ini, giliran karyawan PT.Bias Sinar Abadi yang diperiksa. Siapa namanya, pihak Kejati Maluku enggan menyebutkan. Namun, menurut mereka, keterangan saksi (karyawan PT Bias Sinar Abadi) ini sangat bermanfaat untuk membongkar borok pimpinannya yang mengerjakan proyek bernilai Rp. 31 miliar tersebut. 

"Kontraktor belum datang, tapi perwakilan yg (yang) di SBB sudah dimintai keterangan," tulis Asisiten Intlejen Kejati Maluku, Muji Martopo kepada RRI Ambon, Senin (17/1/2022). 

Menyinggung siapa, nama kontraktor pekerjaan jalan tersebut, Muji enggan berkomentar. Termasuk, rencana pemeriksaan ulang terhadap Thomas Wattimena. "Masih penyelidikan, sehingga belum bisa dibuka lebih jau. Ikuti saja, waktunya akan disampaikan,"pungkas Muji. 

Tim dari Intelejen Kejati Maluku, sebelumnya telah turun ke lokasi proyek untuk melakukan pemeriksaan lapangan atau On The Spot. 

Kasipenkum dan Humas Kejati Maluku, Wahyudi Kareba mengakui on the spot atau pemeriksaan lapangan oleh tim penyelidik tersebut. Selain on he spot, Tim penyelidik, juga melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak terkait. 

Menyinggung soal nama, Thomas Wattimena mantan Kadis PUPR Kabupaten SBB juga ikut diperiksa tim, ia mengakuinya.

Dari informasi yang berhasil dihimpun media ini, bahwa pembangunan jalan di Kecamatan Inamosol yang dikerjakan oleh PT.Bias Sinar Abadi itu, masih berupa jalan tanah. Padahal anggaran Rp.31 miliar bersumber dari APBD 2018 telah cair 100 persen.

Jalan yang direncanakan menghubungkan Negeri Rambatu dan Negeri Manusa sepanjang 24 km itu, dalam kondisi hancur. Dampak lingkungan yang ditimbulkan adalah banjir sejak dikerjakan pada 27 September 2018 lalu.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar