Kontraktor Taman Kota Saumlaki Dituntut 8,6 Tahun Penjara

KBRN, AMBON : Direktur PT Anti Arta Nusantara, Hartanto Hoetomo dituntut delapan tahun dan enam bulan (8,6) penjara. Ia dinilai bersalah melakukan tindak pidana korupsi  proyek Pembangunan Taman Kota Saumlaki  tahun 2017.

Kontraktor pada proyek taman Kota Saumlaki, Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) ini dinilai Jaksa melanggar pasal 2 jo pasal 18 UU RI nomor 31 tahun 1999 sebagaimana di ubah dan di tambah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. 

"Menuntut, memohon kepada majelis hakim agar menjatuhkan hukuman pidana penjara selama 8,6 tahun penjara dipotong selama terdakaa dalam tahanan,"sebut JPU, Achmat Atamimi dalam sidang yang dipimpin majelis hakim  yang diketuai, Jenny Tulak, Senin (17/1/2022). 

Selain pidana badan, terdakwa dibebankan membayar denda sebesar Rp. 400 juta, subsider 6 bulan kurungan.

Tidak hanya itu, lanjut JPU, terdakwa juga dibebankan membayar uang pengganti  sebesar Rp.1.035.598.220,92 (satu miliar, tiga puluh lima juta, lima ratus sembilan puluh delapan ribu, dua ratus dua puluh ribu rupiah, sembilan puluh dua sen). Namun apabila terdakwa tidak mampu membayar uang pengganti tersebut maka diganti pidana subsider selama 6 bulan kurungan.

Yang meringankan, terdakwa berlaku sopan dalam sidang, sedangkan yang memberatkan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas tindak pidana korupsi.

Sebelumnya, JPU dalam berkas dakwannya menyebut, terdakwa Hartanto Hoetomo duduk dikursi pesakitan akibat perbuatannya ikut melakukan tindak pidana korupsi proyek pembangunan taman kota Saumlaki. Sehingga, JPU mendakwanya menerima dana dari hasil proyek korupsi sebesar Rp.4 miliar. 

Hal ini dibuktikan dengan item-item pekerjaan tidak sesuai dengan RAB (Rancangan Anggaran Belanja).

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar