Jual Sabu di Mapolsek Sirimau, Warga Halong Ambon Dituntut Jaksa 15 Tahun Penjara

KBRN, AMBON : Daniel Adrianus Leisina Alias Deni dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Ambon dengan pidana penjara selama 15 tahun. Deni dinilai terbukti melakukan atau mengedar narkoba golongan 1 jenis sabu.

"Menuntut, meminta kepada majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara tersebut agar menjatuhkan hukuman pidana penjara kepada terdakwa oleh karena itu, dengan pidana penjara selama 15 tahun," ucap Jaksa Els Leunupun saat membacakan amar tuntutannya dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Ambon, Jumat (14/1/2022).

Pria berusia 47 tahun ini, merupakan warga Halong, Kecamatan Baguala, Kota Ambon. Ia ditangkap, saat terciduk menjual narkoba di balik jeruji besi rutan Mapolsek Sirimau Ambon, Polresta Pulau Ambom dan Pp Lease.

Selain pidana badan, Jaksa juga menuntut Deni untukembayar dendasebesar Rp.1 miliar subsider 6 bulan kurungan.

Menurut JPU, terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 114 ayat (1),UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Dalam tuntutanya, Jaksa menyebut, tindak pidana yang dilakukan terdakwa terjadi pada Jumat 12 Februari 2021, sekitar pukul 22.30 WIT di ruang tahanan Polsek Sirimau, Polresta Ambon.

Awalnya, petugas dari Sat resnarkoba Polresta Ambon mendapatkan informasi kalau terdakwa sering melakukan penjualan narkoba di dalam tahanan bersama rekannya Broery Talabessy alias Buken (berkas terpisah).

Tidak menunggu lama, dua petugas masing-masing, Jurfy Ode dan La Ode Herman Buton, menyamar menjadi pembeli sabu dan juga memesan sabu melalui terdakwa.

Saat itu saksi Jufri Ode memesan sabu dengan harga Rp. 2.300.000 kepada terdakwa. Karena ingin menangkap terdakwa, kedua petugas  datang membawa uang untuk membeli sabu, mereka kemudian langsung mengamankan terdakwa di Sel Tahanan Polsek Sirimau.

Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan barang bukti sabu berupa 1 plastik bening yang  di bungkus dalam tisue. Barang bukti itu diketahui dari  pengembangan rekan terdakwa Broery Talabessy alias Buken.

Terhadap tuntutan JPU, penasehat hukum terdakwa, Adolof Suryaman akan mengajukan pembelaan.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar