Berkas Sekda SBB Masuk Pengadilan, Kerugian Negara Rp. 8,6 Miliar

KBRN, AMBON : Tim Penuntut Umum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku resmi melimpahkan berkas perkara dugaan korupsi anggaran belanja langsung pada bagian Sekretariat Daerah Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) tahun anggaran 2016 yang melibatkan Sekda setempat, Mansur Tuharea ke Pengadilan Tipikor Ambon, Selasa (7/12/2021). 

Tak hanya Mansur Tuharea, berkas empat tersangka lainnya dalam kasus tersebut, RT, AP, AN dan UH juga bersamaan dilimpahkan ke lembaga peradilan itu.  

"Ada lima tersangka. Berkas perkara sudah dilimlahkan JPU, pagi tadi," sebut Kasipenkum dan Humas Kejati Maluku, Wahyudi Kareba kepada wartawan, Selasa (7/12/2021). 

Mansur Tuharea bersama empat rekan tersangka lainnya telah mengendap di Rutan Kelas IIA Ambon, usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka. Mansur ditahan Rabu (10/11/2021), sementara RT, AP, AN dan UH ditahan, Senin (9/11/2021). 

Menurut Mantan Kasipidsus Kejari Ambon itu, dengan dilimpahkan ke Pengadilan, maka tidak akan lama lagi, kasus yang diduga merugikan negara hingga Rp  8,6 miliar akan disidangkan. 

Sebelumnya, Mansur Tuharea yang  dilengkapi rompi merah bertuliskan tahanan Kejati Maluku saat itu di Tahan di Rutan kelas IIA Ambon. Terlihat, keluar dari ruang penyidik dengan senyum. Upaya untuk mencegat Mansur oleh wartawan dengan berbagai pertanyaan, Mansur enggan berkomentar dan langsung bergegas cepat naik mobil tahanan tersebut. 

Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Maluku, M Rudi mengatakan sebelumnya, tersangka ditahan selama 20 hari kedepa  di Rutan Kelas IIA Ambon. "Berdasarkan pertimbanhan Pasal 21 KUHAP, penahanan tersangka Mansur Tuharea dilakukan hari ini. Sebelum ditahan ia diperiksa dengan 40 pertanyaan. Penyidik melakulan Penahanan selama 20 hari kedepan," jelas Rudi.

Diketahui, dalam kasus bernilai Rp. 18 miliar pada Setda SBB, jaksa melibatkan  Inspektorat Maluku dalam penanganan perkara dugaan tindak pidana korupsi dana belanja langsung di lingkup Setda Kabupaten SBB tahun anggaran 2016. 

Dari hasil perhitungan penyidik kerugian atas kasus yang ikut nelibatkan Mansur Tuharea (Sekda) SBB itu adalah Rp.  7 Miliar. Namun, oleh auditor dari Inspektorat dalam perhitungannya Negara dirugikan mencapai Rp. 8,6 miliar.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar