7-8 Tahun Penjara Untuk Tiga Terdakwa Korupsi Pembebasan Lahan Tawiri

KBRN, AMBON : Penuntut Umum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku menuntut tiga terdakwa kasus dugaan korupsi penyimpangan anggaran Pembebasan Lahan Milik Negeri Tawiri untuk Pembangunan Dermaga dan Sarana/Prasarana Lantamal IX Ambon Negeri Tawiri tahun 2015, dengan hukuman penjara bervariasi.

Dalam sidang beragendakan tuntutan yang berlangsung di Pengadilan Tipikor Ambon, Kamis (2/12/2021), Jaksa menuntut, Jacob Nicholas Tuhuleruw dan Johana soplanit dengan pidana penjara selama delapan tahun enam bulan. Sedangkan Jerry Tuhuleruw dituntut pidana selama tujuh (7)  tahun enam bulan.

Ketiga terdakwa, akui Jaksa, terbukti melanggar pasal 2 ayat (1) Jo pasal 18 ayat (1) (2) dan (3) undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan undang-undang Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana.

Selain hukuman badan, ketiga terdakwa juga dibebankan membayar denda  masing-masing, Jacob Tuhuleruw denda Rp.300 juta subsider 6 bulan kurungan, serta uang pengganti Rp.2.683,562.280 jika tidak bayar maka pidana penjara selama empat tahun tig bulan (4,3).

Untuk terdakwa Johana Soplanit denda Rp.300 juta subsider 6 bulan kurungan, uang pengganti Rp. 1.100.000.000 jika tidak bayar maka pidana penjara selama 4 tahun  dan 3 bulan. Dan terdakwa Jery Tuhuleruw denda Rp.300 juta subsider 6 bulan kurungan, Uang pengganti Rp. 20 juta, tapi  jika tidak dibayar maka pidana penjara selama tiga tahun delapan bulan.

"Ketiga terdakwa dituntut sesuai perbuatan masing-masing," ucap JPU didepan majelis hakim Andi Adha dibantu dua hakim anggota lainnya.

Usai mendengarkan tuntutan, majelis hakim menunda sidang hingga Kamis pekan  depan dengan agenda pembelaan dari masing-masing penasihat hukum terdakwa.

Sebelumnya JPU Ahcmad Atamimi membeberkan  kejahatan para terdakwa di depan majelis hakim.Bahwa terdakwa Jacob Nicholas Tuhuleruw bersama-sama dengan Joseph Tuhuleruw dan Jerry Tuhuleruw sepakat untuk memasukkan namanya dalam daftar penerima ganti rugi.

Karena Josep selaku orang yang membantu, menyaksikan dan mendukung Jacob Nicholas Tuhuleruw dalam pelaksanaan pembebasan lahan negeri Tawiri untuk pengadaan tanah untuk pembangunan Dermaga alternatif TNI AL di desa Tawiri.

Untuk daftar seluruh tanah yang dibebaskan dan daftar nominasi penerima ganti kerugian terdakwa Jacob Nicholas Tuhuleruw sebagai raja Negeri Tawiri membuat surat keterangan tanah yang ditandatangani yang disahkan oleh Kepala Kecamatan teluk Ambon M. Nasir Rumata tanggal 23 November 2015, menerangkan seolah-olah tanah tersebut adalah milik terdakwa Jacob Nicholas Tuhuleruw, Joseph Tuhuleruw dan Jerry Tuhuleruw, padahal sesungguhnya tanah tersebut merupakan tanah negeri Tawiri dan hasil ganti ruginya harus diterima dan dimasukkan pada kas negara sebagai pendapatan hasil negeri.

Kemudian terdakwa Jacob Nicholas Tuhuleruw mengajukan surat keterangan tanah tersebut tanpa dilengkapi dengan bukti kepemilikan maupun dokumen lainnya yang membuktikan kepemilikannya kepada Camat teluk Ambon akan tetapi tetap ditandatangani oleh Camat Teluk Ambon.

Terdakwa Jacob Nicholas Tuhuleruw dalam pembebasan lahan milik negeri Tawiri yang akan digunakan untuk pembangunan Dermaga Angkatan Laut tidak pernah memberitahukan, tidak pernah melibatkan dan tidak pernah mendapatkan persetujuan dari saniri negeri Tawiri.

Berdasarkan daftar nominatif yang terbit pada tanggal 14 Desember 2015 oleh ketua panitia pengadaan tanah Jaconias Walalayo maka pejabat pembuat komitmen menerbitkan Surat perintah membayar dengan rincian transfer 5 kali ke rekening bank atas nama Jacob Nicolas Tuhuleruw sebanyak Rp 2.576.211.000, ke rekening Jerry Tuhuleruw sebanyak Rp 874.017.000, dan ke rekening Jerry Tuhuleruw sebanyak Rp 373.334.280

Setelah uang pembebasan lahan pembangunan dermaga Lantamal IX masuk ke dalam rekening ketiga terdakwa, selanjutnya terdakwa Jacob Nicholas mengajak keduanya ke Bank mandiri untuk mengambil seluruh uang yang masuk.

Selanjutnya Joseph Tuhuleruw dan jerry Tuhuleruw menyerahkan uang tersebut kepada Jacob Nicholas Tuhuleruw. dengan jumlah keseluruhan sejumlah Rp 3.823.562.280.

Uang pembebasan lahan milik negeri tawiri untuk pembangunan Armada TNI AL selanjutnya diambil dan dipergunakan sendiri oleh Jacob Nicholas Tuhuleruw yaitu raja negeri Tawiri sebanyak Rp 2.383.562.000, diberikan kepada Jeri Tuhuleruw sebanyak Rp 20 juta, diberikan kepada Joseph Tuhuleruw sebanyak Rp 20 juta, diberikan kepada Johana Rachel soplanit sebanyak Rp 1.100.000.000, diberikan kepada Gereja Ebenezer Tawiri sebanyak Rp. 250 juta, diberikan kepada Alfaris Soplanit sebanyak Rp 50 juta.

Terdakwa Jacob Nicholas Tuhuleruw, Joseph Tuhuleruw dan Jerry Tuhuleruw, Johana Rachel Soplanit tidak memiliki tanah pada objek yang akan dibebaskan.

Terdakwa Jaket Nicholas Tuhuleruw sebagai raja Negeri Tawiri telah membuat surat keterangan tanah atas nama saksi Joseph Tuhuleruw dan saksi Jerry Tuhuleruw dengan tujuan untuk mendapatkan uang atas pembebasan lahan milik negeri Tawiri untuk untuk pembangunan Dermaga dan sarana prasarana pendukung operasional Lantamal IX Ambon.

Akibat perbuatan para terdakwa sesuai dengan perhitungan Inspektorat Provinsi Maluku, Negara mengalami kerugian keuangan Rp 3.823.562.280.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar