Bongkar Kejahatan Rp. 5,3 Miliar di DPRD Kota Ambon, Enam Pendamping Pansus Diperiksa

KBRN, AMBON : Saksi dalam kasus dugaan penyimpangan anggaran di DPRD Kota Ambon senilai Rp. 5,3 miliar terus di panggil, untuk diperiksa tim penyelidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Ambon. 

Tercatat, pekan kemarin sudah belasan saksi yang diperiksa mereka. Termasuk, mantan Sekertaris Dewan DPRD Kota Ambon, Eky Silooy. Kali ini, enam pendamping panitia khusus (Pansus) DPRD Kota Ambon dipanggil dan diperiksa. 

"Pemeriksaan hari ini, untuk kasus DPRD Kota Ambon ada enam orang, diantarnya, RNS, RL, AL, DS, FOS dan AR," ungkap Kasi Intelejen Kejari Ambon, Djino Talakua kepada wartawan, Senin (29/11/2021). 

Diakuinya, pemeriksaan terhadap enam saksi itu dilakukan sejak pukul 10.00 wit. Mereka diambil keterangan, seputar pendanpingan mereka saat dilakukan rapat pansus oleh DPRD Kota Ambon dengan mitranya. 

"Jadi mereka ini pendamping. Penyelidik tentu memeriksa dari bawa baru selanjutnya mengarah ke atas (Anggota Dewan). Jadi ikuti saja,"jelas Djino singkat. 

Pada Kamis (25/11/2021) pekan kemarin, Eky Siloooy mantan Sekwan DPRD Kota Ambon itu diperiksa 10 Jam 46 menit. Ia diperhadapkan didepan Jaksa penyelidik sejak pukul 09.00 wit. Ia diperiksa sejak pagi itu terkait dugaan penyimpangan anggaran di DPRD Kota Ambon senilai Rp. 5,3 miliar, hasil temuan BPK RI tahun 2020. 

"Dia diperiksa sejak pukul 09.00 wit sampai pukul 19.46 Wit, dengan dicecar 30-40 pertanyaan," ungkap Kasi Intel Kejari Ambon, Djino Talakua kepada wartawan, Kamis (25/11/2021). 

Asisten 1 Walikota Ambon ini diduga kuat mengetahui aliran dana senilai Rp. 5,3 miliar yang menjadi temuan BPK RI di tahun 2020. Sebab, Silooy saat itu menjabat sebagai Sekwan DPRD setempat. 

Bahkan diduga kuat, sebagai kuasa pengguna anggaran di kantor wakil rakyat itu, Silooy juga dibantu oleh pimpinan DPRD setempat dalam mengatur aliran dana yang mengakibatkan adanya kerugian negara berdasarkan temuan BPK. 

"Masih penyelidikan, jadi beluk bisa saya sampailan materinya. Ini kepentingan penyelidikan. Jadi ikuti saja," jelas Djino disambungan selulernya. 

Diwaktu yang sama, selain Silooy, juga hadir bersamaan, tiga pegawai Setwan DPRD Kota Ambon yang diantaranya, YS, MY dan AS. 

"Untuk tiga saksi lain sudah diperiksa tadi juga dan sudah selesai di pukul 15.00 Wit," ujar Djino. 

Untuk pimpinan DPRD Kota Ambon, Ely Toisutta, Gerlad Mailoa dan Rustam Latuponno, kata Djino, belum diperiksa. Pemeriksaan, lanjut Djino, menjadi kewenangan tim penyelidik. "Ikuti saja, sementara tim masih kerja. Kita profesional dalam menggungkapkan kasus dimaksud," tukasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar