Tiga Tersangka ADD Haria Ditahan Saat Tahap II

KBRN, AMBON : Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Ambon cabang Saparua berhasil sampai saat ini belum juga menahan dua tersangka Penyalahgunaan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) Desa Haria Tahun 2018. Ketiganya, MYM, JS dan JM. 

Kepala Kantor Cajari Saparua, Ardy yang dikonfirmasi mengaku, ketiga tersangka belum ditahan. Kordinasi penyidik dengan rutan Saparua, mereka belum mau. Sehingga, pihaknya akan berkordinasi dengan Kejari Ambon untuk tahap II nanti. 

"Di Rutan Saparua mereka tidak mau. Makanya nanti tahap II, kita kordinasi dengan Kejari Ambon untuk tahap II di Ambon saja sekaligus," jelas Ardy mengisyartakan ketiga tersangka bakal di tahan saat tahap II (Rutan Kelas IIA Ambon). 

Diakui Ardy, saat ini pihaknua bersama penyidik sedang merampungkan berkas ketiga tersangka untuk secepatnya dilakukan tahap II. 

"Nanti kita sampaikan. Saat ini kita sedang rampungkan berkas mereka," tukasnya.

Sebelumnya, dipimpin Ardy selaku Kacabjari Saparua, berhasil menyita sejumlah dokumen di kantor Desa Haria, Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah pada, Jumat (19/11/2021).

Penyitaan sejumlah dokumen, hasil dari penggeledahan tim penyidik yang diketuai, Ardy selaku Kepala Kantor Kejari Ambon Cabang Saparua dalam kasus dugaan Penyalahgunaan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) Desa Haria Tahun 2018. 

Kacabjari Saparua, Ardy yang dikonfirmasi RRI, menjelaskan, pengeledahan dilakukan sesuai surat perintah No Print-53/Q.1.10.1/Fd.1/08/2021. "Pengeledahan yang dilakukan guna melengkapi bukti-bukti  dalam pengusutan Dugaan Korupsi Penyalahgunaan DD dan ADD Desa Haria tahun 2018," jelas Ardy. 

Pengusutan terhadap kasus tersebut, kata Ardy, sudah dalam tahap penyidikan dan telah ditetapkan tiga tersangka, diantarnya,  MYM, JS dan JM. 

"Dalam waktu dekat akan di limpahkan ke pengadilan," ujar Ardy.

Diketahui, penggeldahan siang tadi, dilakukan oleh tim penyidik langsung di ruang staf dan Ruang bendahara. "Ada beberapa dokumen yang di ambil guna menambah beberapa data yang kurang untuk kelengkapan pembuktian penyalahgunaan ADD dan DD tahun 2018 untuk segera di limpahkan  demikian," tukas Ardy.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar