Praperadilan Susan Dari Bicara Hutang Sampai Ahli Minta Tangguhkan Pidana

KBRN, AMBON : Dr. Remon Supusepa, ahli hukum pidana dari Fakultas Hukum Unpatti mendaskan, perkara  pidana yang menyeret tersangka Eka alias Cece alias Susan, salah satu pengusaha di Kota Ambon, ditangguhkan pidananya.

Pasalnya, tersangka Eka dalam perkara  ini, sementara melakukan upaya gugatan perdata kepada pihak pelapor dalam hal ini Bos Oasis.

“Hemat saya, terhadap perkara pidana kalau memang perdatanya sementara berproses ke ranah hukum, harusnya ditangguhkan pidananya, hal ini berdasarkan Perma nomor 1 tahun 1986,” ungkap Remon dalam sidang praperadilan di pengadilan Negeri Ambon, Rabu (27/10/2021).

Sidang pra peradilan tersebut, antara pemohon tersangka Eka alias Cece alias Susan melalui kuasa hukumnya, Marten Fordatkosu, melawan termohon dari penyidik Ditreskrimum Polda Maluku.

Menurut ahli, berdasarkan bunyi Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (Kuhap) 184, penetapan seseorang sebagai tersangka, penyidik harus mengantongi dua alat bukti yang cukup. 

“Jadi kalau sepanjang penyidik belum mengantongi dua alat bukti yang cukup, maka belum bisa dilakukan penetapan tersangka. Karena sah tidaknya penetapan tersangka itu harus memenuhi prosedur yang berlaku,” jelasnya.

Untuk itu, lanjut ahli, sebaiknya perkara tersebut dilakukan proses perdata lebih dulu, selesai itu baru dilakukan proses pidananya.

“Sebaiknya proses pidana ditangguhkan lebih dulu, namun itu pendapat saya sebagai ahli,” tandas Supusepa.

Sementara dipihak lain, pihak termohon praperadilan dalam hal ini Polda Malulu juga ikut menghadirkan ahli pidana dari Universitas Pattimura Ambon, Dr. Jhon Pasalbessy SH.MH, juga tujuh orang saksi fakta yang diantaranya Ci Mei (Bos Oasis). 

Dalam keterangan keenam saksi fakta maupun Ci Mei sendiri banyak menyampaikan kekesalan merela terhadap Susan. Pemohon menurut mereka banyak berjanji, namun belum juga menyelesaikan hutangnya.

Usai menggelar persidangan, sidang yang dipimpin ketua majelis hakim, Orpa Martina itu menunda sidang hingga besok, Kamis (28/10/2021). 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00