Korupsi Dana Covid di RS Umarella Tunggu Audit Inspektorat Provinsi

KBRN, AMBON : Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Ambon, Djino Talakua, mengatakan, kasus dugaan korupsi penggunaan dana jasa penerimaan BPJS pasien Covid  tahun 2020 di RS. Ishak Umarella di Tulehu masih bergulir di Kejaksaan Negeri Ambon.

Bahkan, menurut dia, berkas perkara tersebut saat ini sudah serahkan ke Inspektorat Provinsi Maluku untuk dilakukan audit investigasi. 

“Untuk perkara dugaan korupsi penggunaan dana jasa penerimaan BPJS pasien Covid  tahun 2020 di RS. Ishak Umarella di Tulehu, kita (Kejari Ambon,) tetap menunggu perhitungan audit dari Inspektorat Provinsi,” ujar Talakua, Rabu (27/10/2021).

Menurutnya, audit terhadap perkara ini sementara dilakukan klarifikasi terhadap sejumlah saksi-saksi terkait. Hal ini dilakukan untuk mempercepat proses perhitungan kerugian keuangan negara oleh auditor. “Informasiya ada klarifikasi pihak-pihak terkait, namun lebih eloknya tanyakan saja ke Inspektorat, tapi menurut hemat kami, hal itu dilakukan untuk mempercepat proses audit perkara ini,” jelas Talakua.

Jaksa dengan dua bunga melati itu mengaku, saat ini Kejari Ambon belum bisa melakukan progres penyelidikan terhadap perkara ini, pasalnya, tim penyelidik tetap fokus menunggu hasil audit untuk dijadikan dasar dalam penyelidikan.

“Kalau sudah ada hasil audit pastinya perkara ini kita percepat dalam penyelidikan, namun karena belum ada, sehingga tetap kita menunggu dulu. Tapi yang jelas, sejak awal penyelidikan, sudah puluhan saksi yang diperiksa jaksa,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, personil Kejaksaan Negeri Ambon, dibawa komandan Dian Fris Nalle, tidak main-main dalam pemberantas kasus korupsi di wilayah hukumnya. 

Faktanya, diam-diam, Kejari Ambon sedang mengusut kasus dugaan penyimpangan penggunaan dana jasa penerimaan BPJS pasien Covid  tahun 2020 di RS. Ishak Umarella di Tulehu, Kecamatan Salahuttu, Kabupaten Maluku Tengah.

Dari penyelidikan awal, tim penyelidik telah menggarap kurang lebih 43 pihak terkait  untuk membongkar kasus yang diduga  terjadi kerugian negara sebesar Rp.12 miliar ini.

“Jadi kejari Ambon sedang mengusut dugaan penyimpangan jasa penerimaan BPJS pasien covid di RS Umarella Tulehu. Saat ini kita sudah periksa kurang lebih 43 pihak terkait,” ungkap Kajari Ambon, Dian Fris Nalle, kepada wartawan, Senin (27/9/2021).

Menurutnya, terhadap proses penyelidikan akan terus dilakukan, mengingat, bukti permulaan sudah dikantongi tim penyelidik sendiri.

“Karena bukti awal kita sudah kantongi, termasuk dokumen dan keterangan 43 pihak terkait itu, makanya tim juga tetap intens dalam membongkar  kasus ini,” katanya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00