Jaksa Rampungkan Berkas Dua Tersangka Korupsi ADD dan DD Haruku

KBRN, AMBON : Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Ambon sedang merampungkan berkas perkara milik dua tersangka kasus dugaan korupsi ADD dan DD Haruku, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng). Kedua tersangka yakni, Raja Negeri Haruku, inisial ZF, dan bendahara SF.

Salah satu yang dilakukan penyidik dengan melakukan pemeriksaan terhadap pihak Inspektorat Kabupaten Malteng selaku ahli. 

“Perampungan berkas dilakukan termasuk didalamnya penyidik melakukan pemeriksaan terhadap saksi ahli dari Inspektorat Maluku Tengah,”ungkap Kepala Seksi Intelijen Kejari Ambon, Djino Talakua, Rabu (27/10/2021).

Menurut Talakua, pemeriksaan terhadap saksi ahli sangat penting dalam perkara ini, mengingat, ahli merupakan saksi fakta yang melakukan audit investigasi terhadap anggaran ADD dan DD tersebut.

“Yang pastinya, ahli ini orang yang mengetahui langsung terhadap anggaran ini, selain itu, dia (ahli) juga bisa saja merupakan auditor yang menghitung kerugian keuangan negara terhadap dana ADD dan DD ini,” ujarnya.

Jaksa berdarah Saparua, Malteng ini menambahkan, terhadap proses penyidikan kasus ini, penyidik terus melakukan berbagai rangkaian untuk melengkapi berkas perkara dua tersangka.

“Jadi rangkaian penyidikan ini dilakukan untuk melengkapi berkas perkara kedua tersangka,”tukasnya.

Sebelumnya diberitakan, setelah mengantongi dua alat bukti yang cukup, Kejaksaan Negeri (Kejari) Ambon, menetapkan dua tersangka dalam kasus dugaan korupsi DD dan ADD Negeri Haruku. 

Dua tersangka itu yakni, Raja Negeri Haruku, inisial ZF, dan bendahara SF.Kepala Kejaksaan (Kajari) Ambon, Dian Fris Nalle, kepada wartawan mengatakan, penetapan dua tersangka tersebut melalui gelar perkara yang dilakukan bersama tim penyidik pidsus Kejari Ambon.

Menurut Nalle, dari hasil penyidikan, bukti dugaan korupsi yang dilakukan kedua tersangka, terhadap anggaran ADD dan DD Haruku tahun 2017-2018.

“Dari dua tahun anggaran ini, berdasarkan perhitungan APIP (Aparat Pengawas Internal Pemerintah) di Inspektorat Maluku Tengah, terjadi penyimpangan sebesar Rp.1 miliar lebih,” ungkap Nalle, kepada wartawan di kantor Kejari Ambon, Senin (27/9/201).

Jaksa dengan pangkat tiga bunga melati di pundak ini mengaku, terhadap kasus korupsi ini, Kejari Ambon melakukan penyelidikan, penyidikan hingga penetapan tersangka, awalnya dari laporan sejumlah masyarakat negeri setempat.

“Ini dari laporan masyarakat jadi kita masuk usut. Dan dari rangkaian penyidikan itu, kita pun dikuatkan dengan hasil audit dari IPIP, sehingga penetapan tersangka kita lakukan,” jelasnya.

Kajari mengaku, terhadap proses penyidikan kasus ini, sudah menjadi target Kejari Ambon, agar dalam jangka beberapa minggu ke depan sudah dipercepat untuk disidangkan di Pengadilan Tipikor Ambon.

“Kedua tersangka ini, disangkakan melanggar pasal 2 dan pasal 3 dan atau Pasal 9 dan atau Pasal 18 UU No. 31 Tahun 1999 Sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” tandas Kajari.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00