Ahli BPK Sebut Kasus Odie Orno Sudah Ada Pengembalian

KBRN, AMBON : Sidang perkara dugaan korupsi pengadaan speedboat di Dinas Perhubungan Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) kembali digelar di Pendadilan Tipikor Ambon, Selasa (26/10/2021). 

Sidang kali ini, Penuntut Umum Kejaksaan Tinggi (Kekati) Maluku, Ahmad Atamimi menghadirkam, Anak Agung Ngurah Sedana Artha selakuahli dari BadaN Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Pusat. Ahli diperiksa secara virtual yang dipimpin Jenny Tulak selaku hakim ketua didampingi, Felix Uwisan dan Jefri Sinaga masing selaku hakim anggota. 

Sementara, ketiga terdakwa didampingi tim penasehat hukum yang diketui, Herman Koedoebun.  

Agung (Ahli BPK) dalam keterangannya mengaku, dalam kasus pengadaan Speedboat MBD yang menyeret, Desianus Orno alias Odie, Kontraktor pengadaan barang, Margareth Simatauw serta Pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK) Rico Kontul itu, sudah ada pengembalian kerugian keuangan Negara. 

"Berdasarkan penyimpangan kerugian negara dalam kasus ini senilai Rp. 1.288.000.000. Saat melakukan audit sudah ada pengembalian Rp. 1.365.000.000,' di oktober 2019. Pemgembalian malah lebih," akui Agung. 

Agung yang memuali kerja sebagai Auditor di BPK  sejak 2007 ini menjelaskan, audit kerugian keuangan Negara terhadap kasus speedboat MBD atas permintaan dari penyidik Ditreskrimsus Polda Maluku. Audit dilakukan tiga kali, di tahun 2020 dan 2021 berdasarkan bukti dokumen serta berita acara pemeriksaan yang diserahkan penyik. 

Pemeriksaan dilakukan langsung di Kabupaten MBD. Pemeriksaan terhadap fisik dan klarifikasi terhadap pihak-pihak terkait. Hasilnya, kata tim audit saat itu menemukan ada tiga penyimpangan yang mengakibatkan terjadinya kerugian keuangan Negara. 

"Jadi kalau soal bukti pengembalian kerugian negara itu saya ketahui ketika diserahkan penyidik. Audit yang kita lakukan ditemukan kerugian dan bilah dibandingkan dengan pengembalian maka, pengembalian itu melebihi," jelas Agung. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00