Gabriela Janji Hadiri Panggilan Polisi Usai Buat Surat Kematian Suaminya

KBRN, AMBON : Gabriela Natalia Tirajoh janji akan menepati panggilan Polda Maluku usai mengurus akta kematian suaminya, Adi Yoana. Keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan.

"Saya akan hadiri panggilan nanti. Saat ini, masih urus suami akta kematia pa Adi (suami)," kata Gabriela saat menghubungi media inj, voa seluler (Whatshap), Minggu (24/10/2021).

Menurutnya, untuk mengurus surat kematian agak lambat, karena musti berurusan dengan Polsek setempat untuk meninjau langsung tempat makam suaminya. "Ngurusian surat kematian tu kaya gitu. Kita harus ke Polsek, habis itu ngurusin lain lagi. Jadi agak lama. Sudah pasti saya akan datang untuk memenuhi penggilan. Apalagi saat ini, juga dalam kondisi Covid 19. Jadi musti hati-hati juga kita, kalau keluar," tandas dia.

Adi dan Gabriela dilaporkan oleh sejumlah masyarakat yang diduga menjadi korban penipuan dan penggelapan.

Dari enam laporan yang diterima Polda Maluku, empat diantaranya telah ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan. Dari empat laporan tersebut, total kerugian yang dialami pelapor mencapai lebih dari Rp 7,7 miliar atau tepatnya sebanyak Rp 7.708.545.000.

"Kami meminta kepada saudara Adi Yoana dan ibu Gabriela untuk bersikap kooperatif dan bersama-sama taat hukum. Kami harap agar dapat datang memenuhi panggilan polisi," ungkap Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. M Rum Ohoirat kepada wartawan, sebelumnya.

Juru bicara Polda Maluku ini menekankan, pihaknya akan bersikap tegas jika kedua tersangka tidak mengindahkan panggilan polisi.

"Kalau memang dari kedua tersangka tidak memiliki itikad baik, kami akan melakukan panggilan secara paksa," tegasnya.

Menurut Rum, Adi Yoana sendiri merupakan residivis kasus serupa. Ia pernah menjalani hukuman pidana di Bali.

"Tersangka Adi Yoana ini juga residivis dan pernah dihukum di Bali, dalam kasus penipuan dan penggelapan juga," ujarnya.

Rum menyebutkan, kedua tersangka dilaporkan terkait kasus dugaan penipuan dan penggelapan. Dari enam laporan yang masuk, empat sudah naik penyidikan, dan sudah menjerat mereka sebagai tersangka.

Laporan polisi yang masuk ke Polda Maluku terhitung sejak 2 Meret 2020. Pelapornya yaitu La Ode Atsul Afsal. Ia melaporkan Adi Yoana dan Ferial Assagaf. Kasus itu memiliki nilai kerugian sebesar Rp 415.000.000.

Pada 30 Desember 2020, terdapat dua laporan sekaligus dengan nilai kerugian yang dialami pelapor bervariasi. Yaitu sebesar Rp 47.000.000, dan Rp 6.475.545.000. Untuk nilai kerugian miliaran rupiah tersebut dilaporkan oleh Leo Satria Budi Ginting.

Sedangkan laporan yang sama juga diterima pada 1 Februari 2021. Kali ini dilaporkan oleh pelapor Chandra Halim. Korban mengalami kerugian sebesar Rp 735 juta.

"Total kerugian dari empat kasus yang naik penyidikan tersebut sebesar Rp 7.708.545.000. Kami menghimbau ibu Gabriela untuk memenuhi panggilan hukum. Kita sama-sama menghormati hukum," pintanya.

Penetapan kedua tersangka, lanjut Rum, sudah dilakukan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00