Didepan Kajati, Penyidik Kejari Ambon Sampaikan Hasil Lapdik Gedung Mipa

KBRN, AMBON : Penyidikan skandal dugaan korupsi proyek pembangunan Gedung MIPA dan Marine Center Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon tahun 2019-2020 masiy belum juga tuntas.

Kasusnya masih dalam penyidikan. Langkah Kejari Ambon untuk menuntaskan kasus tersebut harus redah setelah kasusnya diminta ekspose di Kejati Maluku. Kamis (21/10/2021) ekspose dilakukan diKejati Maluku.

"Iya, kamis kemarin. Bukan ekspose. Itu hanya menyampaikan hasil pengembangan penyidikan langsug diruang Pak Kajati Maluku," akui Kasipenkum dan humas Kejati Maluku, Wahyudi Kareba kepada wartawan diruang kerjanya, Jumat (22/10/2021).

Menurutnya, penyamlaian hasil penyidikan itu tentu berkaitan dengan pemeriksaan saksi, alat bukti dan saksi ahli. "Jasi hasilnha itu masih pendalaman. Perlu pendalaman lagi. Bisa lendalaman saksi, alat bukti dan lainnya," sebut dia.

Sebelumnya, Kepala Kejati Maluku, Undang Mugopal yang dikonfirmasi terkait dengan rencana ekspos mengatakan telah meminta agar Kejari Ambon untuk mempercepat laporan penyidikan  agar ekspose segera digelar. 

"Iya, benar. Akan diekspose di Kejati. Makanya saya perintahkan mereka mempercepat hasil laporan penyidikan," sebut Kajati Kepada wartawan di Desa Hitu saat perhelatan Vaksinasi Masal, Kamis (14/10/2021).

Menyinggung apakah kasus ini akan ditutup, Kajati membantahnya. "Belum. Kita tetap profesional," tandas dia.Sebelumnya, Kejari Ambon,  Frits Nalle mengaku dalam waktu dekat  pihaknya bersama tim penyidik akan kembali menggelar perkara tersebut."Kita akan gelar perkara di Kejati Maluku dalam waktu dekat ini," ungkapnya  kepada wartawan di kantornya, Senin (27/9/2021) lalu. 

Kajari menyebutkan, gelar perkara ini   berkaitan dengan hasil rangkaian penyidikan yang dilakukan timnya selama ini.

"Bukan untuk penetapan tersangka. Gelar ini, kita menyampaikan hasil kerja kita, mulai dari pemeriksaan saksi hingga pada pemeriksaan ahli, itu yang kita sampaikan," bebernya.

Menyinggung kasus bernilai Rp. 60,9 miliar ini akan diambil alih Kejati Maluku, ia enggan berkomentar, termasuk dengan dugaan adanya upaya intervensi dari penguasa untuk menutup  kasus tersebut.

"Kalau itu saya No Coment. Yang pasti, nanti kalau sudah ekspose langsung tanyakan ke Kejati saja. Kita sudah kerja sesuai dengan prosedur," pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00