Gabriela Jadi Tersangka, Dua Kali Mangkir Terancam Dijemput Paksa

KBRN, AMBON : Gabriela Tirajoh, Istri dari Alm.Adi Yoana, salah satu kontraktor asal Surabaya yang mengaku suaminya jadi mesin ATM oknum pejabat Polda Maluku, sudah resmi tersangka jauh sebelumnya. 

Tudingan Gabriela bahwa Direktur Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Maluku, Kombes Pol. Sih Harno,  sering meminta agar sang  pengusaha  membiayai perjalanannya  hingga membeli sesuatu barang. Tudingan ini kemudian diirespons Polda Maluku. Menurut mereka, Gabriela sudah ditetapkan sebagai tersangka sebelumnya. 

Gabriela ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Ditreskrimum Polda Maluku, meskipun belum pernah dimintai keterangan sebagai saksi atapun tersangka.

"Dia (Gabriela) sudah tersangka. Suaminya juga tersangka jauh sebelumnya," ungkap Kabid Humas Polda Maluku,  Kombes Pol  Rum  Ohoirat kepada wartawan diruang kerjanya, Jumat (22/10/2021). 

Menurutnya,  Gabriela ditetapkan sebagai  tersangka tanpa   perlu diperiksa sebelumnya  sebagai saksi atau tersangka.

"Tidak perlu diperiksa sebelum dijadikan tersangka, kalau memang dalam rangkaian penyidikan sudah memenuhi unsur untuk ditetapkan sebagai tersangka, maka langsung ditetapkan sebagai tersangka,"ucap mantan Kapolres Kepualauan Aru ini.

Rum menyebutkan, tidak ada aturan yang melarang seseorang  diperiksa baru ditetapkan sebagai tersangka. Kalau sudah ditemukan minimal dua alat bukti yang cukup, maka seseorang dapat ditetapkan sebagai tersangka,  tanpa  harus diperiksa sebagai saksi atau lainnya.

"Aaturan dari mana itu. Tidak ada. Tidak ada ketentuan seseorang diperiksa baru ditetapkan sebagai tersangka. Itu tidak ada. Kalau memang saksi dan alat bukti dilapangan sudah cukup untuk ditetapkan sebagai tersangka, maka bisa ditetapkan langsung sebagai tersangka," tegasnya. 

Juru bicara Polda Maluku ini juga memghimbau agar Gabriela  menghormati hukum dan datang untuk memenuhi panggilan Polisi.

"Sudah dua kali panggilan tapi yang bersangkutan (Gabriela) tidak pernah mau datang. Termasuk, suaminya sudah dipanggil tapi tidak datang. Ini suaminya kabarnya sudah meninggal, kita juga tidak tau apa meninggal betul atau tidak benar, kita tidak tau. Karena memang, kita belum ada bukti tentang kematian beliau," ungkap  Rum. 

Kematian suami Gabriala  lanjut Rum, juga akan diselidiki karena sampai saat ini belum ada pemberitahuan resmi dan bukti yang dikantongi polisi.

Rum juga mengungkapkan,  Kombes Pol. Sih Harno  juga sudah ditangani Propam Polda setempat dan diperiksa sejak tiga pekan lalu. 

"Itu sudah diperiksa Propam. Pemeriksaan di Ambon. Pemeriksaannya tiga minggu lalu. Jadi kalau soal tudingan itu, silahkan dibuktilan kalau itu benar ya, silahkan yang bersangkutan mempertanggungjawabkan perbuatannya. Tapi kalau tidak benar, ya, kita juga jangan menghukum orang yang tidak bersalah. Termasuk Ibu Gabriela. Kalau Ibu Gabriela merasa dia itu tidak bersalah maka diharapkan datang untuk mengklarifikasi, memberikan keterangan," jelasnya. 

"Selama dia  tidak memberikan keterangan, bagaimana pihak Polda Maluku mau mengetahui apa dia benar atau salah. Yang jelas, fakta hukum kita sudah menemukan dilapangan bahwa, dari enam kasus yang dilaporkan empat diantaranya sudah dinaikan statusnya sebagai penyidikan. Jadi sudah dua kali penggilan, kalau panggilan berikutnya tidak hadir lagi maka, kita akan jemput paksa," tukasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00