Terbukti Palsukan Surat Rapid, Pegawai Rumkit Tulehu Dihukum 1 Tahun

KBRN, AMBON : Hawa Angkotasan yang jadi pegawai RSUD dr Ishak Umarella Tulehu dan Siti Salampessy pemilik sebuah rental komputer di Silale, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon pasrah dengan vonis hakim. Perbuatan keduanya yang terbukti melakukan pemalsuan surat rapid tes dan Genose C-19 divonis masing-masing satu tahun penjara. 

Sidang beragendakan putusan itu dipimpin Majelis Hakim Pengadilan Negeri Ambon yang diketuai, Yanti Wattimury, Selasa (19/10/2021).

"Mengadili, menjatuhkan pidana penjara terdakwa Hawa Angkotasan dan Siti Salampessy masing-masing selama satu tahun penjara," ucap Hakim Ketua. 

Dalam amar putusanya, majelis Hakim menyatakan keduanya bersalah sebagaimana dalam dakwaan alternatif Jaksa Penuntut Umum (JPU), pasal 263 ayat 1 jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Hal yang memberatkan hukuman kedua terdakwa yaitu keduanya tidak dukung program pemerintah untuk memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19.

Sedangkan hal yang meringankan yakni kedua terdakwa memiliki tanggung jawab terhadap keluarga, mengakui perbuatannya dan belum pernah dipidana.

Untuk diketahui, hukuman keduanya lebih ringan dari tuntutan Jaksa yang sebelumnya menuntut kedua terdakwa dengan pidana penjara masing-masing 1,6 tahun penjara.  

Atas putusan majelis hakim, keduanya menyatakan menerima putusan itu.

Sebelumnya, perbuatan kedua terdakwa diketahui setelah anggota Polri Ditreskrimum Polda Maluku mendapatkan informasi dari seorang saksi yang mengatakan terdakwa Hawa Angkotasan menawarkan pembuatan surat keterangan bebas covid 19 sebagai syarat perjalanan ke luar daerah tanpa melalui proses pemeriksaan dengan harga Rp 200 ribu.

Saksi kemudian dijanjikan bertemu dengan terdakwa Angkotasan kembali pada Kamis (27/5/2021) sekitar pukul 16.00 WIT untuk mengambil surat yang disiapkan terdakwa Hawa dan saksi Rusman (berkas terpisah) di Travel Leparissa Noval, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.

Saat itu, aparat Kepolisian telah melakukan pemantauan dan akhirnya mengamankan terdakwa Angkotasan.Berdasarkan pengembangan penyidikan, terdakwa mengakui juga membuat pemalsuan surat rapid test untuk membantu calon penumpang di rental milik terdakwa Siti Salampessy.Kemudian petugas melakukan penangkapan terhadap terdakwa salampessy.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00