Bansos Covid-19 SBB Tidak Sesuai Juknis, Dinsos dan Camat Diperiksa Polisi

KBRN, AMBON : Bantuan Sosial ( Bansos) Kabupaten SBB Tahun 2020 kepada masyarakat yang terdampak Pandemi Covid -19  ternyata bermasalah.

Dugaan penyimpangan  tersebut  kini telah ditangani  Polres setempat dengan  melakukan pemeriksaan terhadap  sejumlah pihak  yang berkaitan  dengan pengadaan dan distribusi bantuan tersebut.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres SBB, AKP Pieter Matahelemual SH MH, yang ditemui pekan kemarin  membenarkan adanya pemeriksaan tersebut.

 Diakuinya, sejumlah pihak telah dipanggil, termasuk pihak Dinas Sosial SBB dan sejumlah Camat.

Rencananya, polisi juga akan mengambil keterangan dari pihak ketiga yang  dipercayakan untuk pengadaan Bansos  yang dibagikan kepada masyarakat.

Kasatreskrim Polres SBB ini  juga membeberkan, penyelidikan ini dilakukan   berdasarkan petunjuk teknis penyaluran Bansos yang  semestinya berjumlah  sembilan  tahap, namun kenyataannya hanya mencapai enam  tahap.

"Kita sedang menyelidiki berapa jumlah item barangnya, jenisnya apa saja,karena budget untuk tiap tahapan penyaluran itu  kan, Rp 200.000/KK.  Jika disalurkan sebanyak 9 kali maka totalnya mencapai Rp 1.800.000 per KK, tetapi fakta dilapangan pembagiannya hanya empat ,lima  dan enam kali saja" jelasnya.

Pihaknya juga telah  berkoordinasi dengan BPKP Maluku untuk meminta saran dan petunjuk terkait penggunaan anggaran Bansos tersebut.

Pasalnya,  dalam penyelidikan sudah ditemukan adanya  indikasi, yang diperkuat dengan audit menghitung kerugian negara oleh BPKP.

Menyikapi pernyataan Kadis Sosial SBB, Joseph Rahanten  bahwa anggaran Bansos SBB untuk masyarakat yang terdampak Pandemi Covid-19   berada di rekening Pemda SBB, Matahelemual menegaskan  hal itu nantinya akan dibuktikan. 

Dia menyebutkan, akan memastikan  pihak - pihak mana yang ikut menerima aliran dana tersebut, mengingat  bantuan yang  disalurkan  ke masyarakat hanya empat   sampai enam  kali. 

“Penyaluran yang diterima masyarakat ada yang empat  kali,  ada lima dan enam kali. Nah   sisanya  dikemanakan,  Itu yang nanti kita cari .Makanya kemarin kita koordinasi dengan BPKP supaya ada petunjuk, ada masukan  ke kita supaya dalam proses penyelidikannya itu Kita  lebih fokus,”pungkasnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00