Selama 2021, Kejati Maluku Terima 125 SPDP Kasus Narkoba

KBRN, AMBON : Sejak Januari hingga September 2021, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku telah menerima  sebanyak 125 Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) perkara tindak pidana penyalahgunaan narkotika.

 “Dari Januari hingga September 2021, perkara penyalahgunaan narkotika yang kita terima SPDP dari penyidik kepolisian maupun BNN Maluku sebanyak 125 perkara,”ungkap Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Maluku Undang Mugopal melalui Kepala Seksi Narkotika dan Zat Adiktif Lainnya Arsito Djohar,  di ruang kerjanya, kemarin.

Arsito menyebutkan,  dari jumlah tersebut, sebanyak 79 perkara sudah diputuskan di   pengadilan dan berkekuatan hukum tetap (inkracht) dan para terpidananya telah  di eksekusi.Sedangkan sebanyak  103  berkas perkara telah lengkap dan para tersangka  serta barang bukti telah dilimpahkan dari penyidik ke Jaksa Penuntut Umum untuk selanjutnya dilakukan penuntutan. 

“Bahkan ada para tersangka yang sudah berstatus terdakwa karena sedang menjalani proses sidang. Dari 103 perkara ini, sebanyak 79 perkara telah selesai sidang dan telah ada putusan hukum berkekuatan hukum tetap. Sementara itu, sisa 22 SPDP yang diterima, berkas perkaranya masih ditangani penyidik,”ucapnya. 

Arsito juga mengungkapkan rasa prihatinnya atas maraknya  penyalahgunaan narkoba di Maluku. Apalagi  mereka yang terjerat kasus narkoba adalah   kelompok pemuda, bahkan ada yang masih usia remaja.Jaksa madya ini juga menghimbau dan meminta  masyarakat Maluku agar tidak terlibat dalam  narkotika dalam bentuk apapun karena dapat menghancurkan masa depan. 

Bahkan ia berharap dukungan masyarakat bila menemukan atau mengetahui adanya peredaran narkotika  dapat menginformasikan kepada penegak hukum agar segera  di tangani.

“Cukup banyak anak-anak muda yang terlibat narkotika. Ini cukup memprihatinkan. Padalah generasi muda itu aset bangsa dan merupakan generasi penerus pembangunan di negara tercinta ini. Untuk itu saya sebagai salah satu orang muda di negara ini berharap agar para generasi muda janganlah masuk dalam dunia narkotika. Tidak ada untungnya. Justru malah merugikan karena hukumannya cukup berat,” tegasnya. 

Untuk mempersempit ruang gerak bahkan memberantas narkotika ini,  Arsito  meminta   kerjasama seluruh pihak baik itu penegak hukum, maupun stakeholder masyarakat lainnya agar bisa bergandeng tangan memberantas narkoba. 

“Harapan kita bersama pasti adalah mendambakan bumi para raja-raja, bumi seribu pulau ini harus bersih dari barang haram ini. Mari kita bergandengan tangan saling membantu untuk bersama-sama menyatakan perang pada narkotika,” pungkasnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00