Berkas Lucia Izack Masuk Pengadilan Tipikor Ambon

KBRN, AMBON : Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Ambon telah resmi melimpahkan berkas perkara milik mantan Kadis DLHP Kota Ambon, Lucia Izaak, Kepala Seksi Pengangkutan Bidang Kebersihan yang juga pejabat pembuat komitmen, Mauritsz Yani Talabesy dan mantan Manajer SPBU Belakang Kota Ricky M ke Pengadilan Tipikor Ambon. 

Lucia Izack Cs dijerat dalam kasus dugaan korupsi Anggaran Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk operasional kendaraan dinas dan  truk sampah Tahun Anggaran 2019 pada DLHP Kota Ambon. Ketiganya sudah ditahan penyidik di Rutan Kelas II Ambon sejak, Jumat (27/8/2021). 

"Sudah tahap limpah Pengadilan, kemaein (Senin)," ungkap Kasin Intel Kejari Ambon, Djino Talakua kepada media ini, Selasa (22/9/2021). 

Setelah pelimpahan berkas perkara ke Pengadilan, maka secara tidak langsung menjadi kewenangan Pengadilan untuk memeriksa dan mengadili perkara dengan yang menyeret tiga tersangka tersebut. 

Sebelumnya, Kepala Kejari Ambon, Dian Frist Nalle menyebut, akibat dari perbuatan ketiga tersangka negara dirugikan hingga Rp. 3,6 miliar sebagaimana hasil audit dari BPKP  Perwakilan Maluku yang diterima penyidik. 

Kemudian, pada Jumat (27/8/21) usai menjalani pemeriksaan, mantan Kadis DLHP Kota Ambon ini bersama dua rekannya  langsung mengenakan rompi orange, dan digiring ke Rutan Kelas IIA Ambon.

Isak tangis  keluarga dan  kerabat yang ikut hadir di Kejari Ambon pecah, saat  ketiga  tersangka  dikawal petugas  masuk ke mobil tananan  yang telah menunggu sejak tadi.

Meskipun mencoba untuk bersikap tegar,  tak urung  air mata Lucia  Ishack juga ikut  menetes  saat masuk ke mobil tahanan. 

Mantan Kadis Wanita  ini  akan ditahan di Lapas perempuan Ambon. Sementara MYT dan RMS diinapkan  di Rutan Kelas IIA Ambon. 

Kepala kejari Ambon, Dian Fris Nalle kepada wartawan menjelaskan, sebelum dilakukan penahanan, ketiganya telah diperiksa sebagai tersangka sejak pukul 10.00 Wit. 

"Penyidik pada hari ini telah melakukan penahanan terhadap tiga orang tersangka diantaranya berinisial LI, RMS dan MYT. Untuk penahanan MYT dan RMS di Rutan Ambon, sedangkan LI ditahan di Lapas Perempuan,"jelas Kajari. 

Dalam penyidikan ini juga, kata Kajari, penyidik telah menerima hasil audit dari BPKP Perwakilan Maluku yang menemukan  kerugian Negara sebesar Rp. 3,6 miliar. Ketiga tersangka dikenakan pasal 2 dan 3 UU Tipikor.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00