Terkait Gedung MIPA, Kajari Nalle : Kita Kantongi Buktinya

KBRN, AMBON : Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Ambon, Frits Nalle menegaskan, pihaknya telah mengantongi bukti kuat adanya dugaan penyimpangan dalam proyek pembangunan gedung kuliah MIPA dan Marine Center Unpatti tahun anggaran 2019/2020.

Gedung megah yang dibangun menggunakan anggaran Rp 60. 985.000.000 miliar  milik Balai Prasarana Pemukiman Wilayah Maluku  ini diduga bermasalah. Menurutnya, dalam rangakian penyelidikan, kalau tidak ditemukan bukti, maka tidak menugkin kasus tersebut dinaikan statusnya ke penyidikan.

"Kalau tidak ada bukti untuk apa kita naikan ke penyidikan. Yang pasti ada buktinya. Sudah kita kantongi," tegas Kajari saat dihubungi media ini, Sabtu (31/7/2021).

Gedung yang baru saja di resmikan 22 Desember 2020 lalu, bagian gedung yang berada di lantai I telah ada yang ambruk.

"Jadi statusnya sudah penyidikan. Ada bagian yang ambruk dan itu dokumenya sudah dikami. Saat ini, kita sudah layangkan panggilan ke pihak-pihak terkait. Ada kordinasi untuk dikerjakan lagi, tapi saya sudah ngomong ke Pak Dekan untuk sementara jangan dikerjakan, karena status dalam penyidikan," tandas Kajari.

Sebelumnya, setelah bergerak cepat melakukan penyelidikan, jaksa memutuskan  perkara tersebut ditingkatkan ke penyidikan, dalam ekspos perkara yang berlangsung  Selasa (27/7/2021).

“Berdasarkan hasil ekspose yang dilakukan bersama saya, dimana proyek anggaran balai prasarana pemukiman Wilayah Maluku Tahun 2019-2020 sesuai DIPA  tahun tersebut  sebesar Rp  60. 985.000.000 dan dari hasil ekspos, hasilnya naik dari penyelidikan ke penyidikan.”ungkap Kepala Kejari Ambon, Dian Frits Nalle didampingi seluruh Kepala Seksi dalam keterangannya di Aula Lantai II Kejari Ambon, Rabu (28/7/2021).

Kajari Ambon menyebutkan, patut diduga adanya kerugian keuangan Negara yang timbul dalam pembangunan proyek tersebut.

Selama penyelidikan, diakuinya sejumlah pihak telah dimintai keterangan, diantaranya Dekan MIPA, rekanan proyek, pihak Balai dan  BP2JK.

Mereka ini telah dimintai keterangan  beberapa waktu lalu seputar proyek tersebut  termasuk memeriksa sejumlah barang bukti berupa dokumen. 

Dengan ditingkatkannya kasus tersebut ke penyidikan,  Frits Nalle menegaskan akan melanjutkan penyidikan dengan mengagendakan pemanggilan tershadap sejumlah saksi.

Untuk diketahui, meskipun baru saja diresmikan 22 Desember 2020 lalu, namun korps adhyaksa telah mulai mencium adaya ketidakberesan dalam proyek  pembangunan gedung kuliah megah  yang berada di Jalan Mr. CHR Soplanit  Kawasan Poka, Kecamatan Teluk Ambon, Maluku itu. 

Baru saja dibangun,  jaksa  menemukan bagian lantai satu dari gedung telah ada yang ambruk.

Diduga, proyek senilai Rp 60.985 .000.000  yang dikerjakan Balai Prasarana  Permukiman wilayah Maluku tahun anggaran 2019/2020  ini dikerjakan asal-asalan tidak sesuai bestek.

Kepala Kejaksaan Negeri Ambon, Dian Frits Nalle didampingi seluruh Kepala Seksi dalam keterangannya  di Aula Lantai II Kejari Ambon, menyebutkan,  proyek  yang  diduga bermasalah ini  merupakan laporan dari masyarakat.Laporan ini  telah ditindaklanjuti dengan  melakukan on the spot dan puldata pulbaket, untuk  mengusut adanya penyimpangan dalam proyek tersebut.

"Saya turun langsung on the spot. Saya cek dan kemarin kejadian ada laporan ambruk lantai I," tandas Kajari.

Menurutnya, saat ini tim  bekerja maraton dan semua  Kepala Seksi  akan dilibatkan mengingat angaran untuk pembangunan gedung tersebut sangat besar.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00