Laporan Zhuri Wael, Eko : Apapun Laporannya Kita Akan Usut

KBRN, AMBON : Zuhri Wael Politisi PDI-Perjuangan ini telah diaduhkan ke Ditreskrimsus Polda Maluku oleh MAS Latuconsina sejak Senin 26 Juli 2021 lalu. Laporanya segera ditangani Penyidik yang bermarkas di Mangga Dua, Kecanatan Nusaniwe, Kota Ambon itu.

Zhuri yang disebut orang dekatnya Gubernur Maluku, Murad Ismail diaduhkan Sam sapaan akrba MAS Latuconsina itu akibat dugaan perbuatnya telah dengan sadar dan tanpa paksaan memposting tulisan. “Ale jadi Ketua Tim Relawan tipu MI ambil uang dari beliau, ambil uang dari Pak Orno, padahal di ale kampung Ori sendiri saja ale kalah! lalu itu ale keringat berapa yang dikhianati?Weeh Bos ingat2 hati lae.

Mestinya ale harus malu ke Publik Maluku, bahwa ale itu PENGKHIANAT dan ale pung mental politikus penipu itu jangan main ajak perang sama jenderal. Tidak ada tikus makan kucing, yang ada kucing makan tikus, kalau hanya sekedar tikus kejar kucing mungkin itu cerita film Tom and Jerry kaya se pung carita DIKHIANATI Lucu dibawa itu”.

Direktur Ditreskrimsus Polda Maluku, Kombes Pol Eko Santosso kepada RRI menyebutkan, apapun laporannya yang masuk ke tempatnya tetap dituntaskan.

"Sampai saat ini, saya belum tau laporannya. Belum masuk ke meja saya. Hanya saja, kalau sudah masuk yang pasti akan kita tuntaskan," tegas Eko saat dihubungi via selulernya, Jumat (30/7/2021).

Eko mengatakan, dalam menangani suatu laporan ada prosedurnya. Sehingga, ia tegaskan, semua kasus yang masuk di penyidik pasti akan dituntaskan.

Diketahui, melalui Kuasa Hukumnya dari kantor pengacara Lauritzke Mantulameten, SH & Rekan, Sam Latuconsina melaporkan Zuhri Wael pada Senin, (26/7/202).

Laporan tersebut, menurut Lauritzke, Zhuri Wael Politisi muda PDIP Maluku ini telah melakukan tindak pidana pencemaran nama baik melalui media sosial dan/atau facebook, sebagaimana sesuai dengan Pasal 45 ayat (3) jo. Pasal 27 ayat (3) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana yang telah diubah oleh Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik

Dalam laporan tersebut, disebutkan bahwa pada hari Selasa, tanggal 20 Juli 2021 melalui Media Sosial dan/atau acebook, Teradu JUHRI WAEL, telah dengan sadar dan tanpa paksaan memposting tulisan. “Ale jadi Ketua Tim Relawan tipu MI ambil uang dari beliau, ambil uang dari Pak Orno, padahal di ale kampung Ori sendiri saja ale kalah! lalu itu ale keringat berapa yang dikhianati?Weeh Bos ingat2 hati lae.Mestinya ale harus malu ke Publik Maluku, bahwa ale itu PENGKHIANAT dan ale pung mental politikus penipu itu jangan main ajak perang sama jenderal. Tidak ada tikus makan kucing, yang ada kucing makan tikus, kalau hanya sekedar tikus kejar kucing mungkin itu cerita film Tom and Jerry kaya se pung carita DIKHIANATI Lucu dibawa itu”.

Adapun postingan ini ditambahi tagar #MasihAleJual_KatongBali,

Dikatakan Lauritzke, sebagai akibat hukum dari perbuatan Teradu ZUHRI WAEL telah secara Nyata dan Sadar Merugikan/Menjatuhkan Martabat, Kehormatan dan Nama Baik Pengadu dengan fitnahan, tuduhan, penghinaan dan mencemarkan nama baik Pengadu dihadapan Publik dengan postingan tulisan yang tidak benar dan tidakberdasarkan fakta-fakta hukum yang terjadi, sehingga sangat merugikanPengadu;

Menurut Mantulameten, selain postingan status dan foto melalui media sosial pada Akun Media Sosial Facebook, Teradu Zuhri Wael juga menyatakan tuduhan dan penghinaanterhadap Pengadu dalam beberapa kolom komentar terhadap postingan tersebut antara lain; terhadap komentar dari Akun Facebook milik Chrisnanimory Patrick Papilaya yang mana Teradu ZUHRI WAEL menuduh dan mengatai Pengadu dengankalimat; “Kawan e Awas PANIPU Mau Cagub. Cueee (emoticon Tertawa)dan juga kalimat : “Tapi Itu Orang Dia Salah, Baru Pake Jurus Dihianati,Padahal PENGKHIANAT BASAR !! (emoticon Tetawa Terbahak-bahak)”

“Bahwa terhadap penjelasan dan uraian fakta-fakta tersebut diatas, maka perbuatan/tindakan yang dilakukan oleh Teradu JUHRI WAEL, patut diduga merupakan Dugaan Tindak Pidana Pencemaran Nama Baik Melalui Media Sosial dan/atau Facebook,” tandasnya.

Mantulameten juga menyebut, berdasarkan laporan itu, Zuhri Wael diduga telah melakukan pencemaran nama baik  dengan menggunakan media sosial dan/atau facebook, sebagaimana diatur dalam Pasal 45 ayat (3) jo. Pasal 27 ayat (3) Undang-Undang Nomor: 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (“UU ITE”) sebagaimana yang telah diubah oleh Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor: 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (“UU 19/2016”).

Mantulameten mengatakan, pihaknya berharap agar Polda Maluku bertindak profesional dan serius dalam menangani perkara yang dilaporkan oleh kliennya itu.

“Ini kasus yang sensitif karena menyangkut harkat dan martabat klien kami dan keluarganya. Kami harap Polda Maluku dapat bertindak secara profesional dan serius dalam menangani kasus ini,” pungkasnya. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00