Berkas Rony Sianressy Lengkap, Tinggal Tahap II

KBRN, AMBON : Pasca tidak dikabulkan surat penangguhan penahanan Elia Rony Sianressy, Penyidik berkerja cepat. Hasil kordinasi intens mereka dengan Penuntut Umum Kejaksaan Negeri (Kejari) Ambon berbuahkan hasil baik. Berkas pengacara narkoba ini resmi dinyatakan lengkap. 

"Sudah lengkap. Tinggal kita kordinasi untuk penyerahan tahap II," sebut Kasat Resnarkoba Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease, AKP Jufri Jawa kepada media ini, Rabu (28/7/2021). 

Sebelumnya, pengacara Narkoba yang juga politisi Partai Golkar Maluku ini mengajukan surat permohonan penanguhanan penahanan ke penyidik Sat Resnarkoba Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease, namun tak dikabulkan. Alasannya, perbuatan pidana yang dilakukan Rony sudah yang kedua kali. 

"Melalui pengacaranya minta penangguhan penahanan dengan alasan sakit. Kita tidak kabulkan. Tersangka dalam kondisi baik dan terus di periksa kesehatanya," jelas Jufri. 

Diakuinya, perbuatan Rony sianressy pemgacara narkoba itu adalah perbuatan luar biasa karena berhubungan dengan Narkoba. Apalagi, perbuatanya ini untuk kedua kalinya dalam kasus yang sama. 

Roni dijerat  pasal 112 ayat (1) UU nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman empat tahun penjara. 

Satu paket sabu yang ditemukan tim Satresnarkoba, sesuai pengakuan Ronny didapatnya dari Jakarta. 

"Sesuai keterangan yang bersangkutan dapat dari Jakarta,"jelas Kasat Resnarkoba Polresta Ambom dan Pp Lease, AKP Jufri Jawa kepada media ini, sebelumnya. 

Saat  penangkapan, tersangka (Rony) mengaku belum sempat menkonsumsi barang haram tersebut.

Rony Sianressy sendiri, diakuinya pernah dihukum dengan perkara yang sama. 

“Dia pernah tersandung kasus yang sama beberapa tahun lalu," kata Jufri.  Tidak belajar dari pengalaman, Sianressy kembali terjebak mengulangi kesalahan yang sama. 

Untuk diketahui, Pengadilan  Negeri Klas I A Ambon, dalam perkara Nomor 97/Pid.B/2009/PN.AB tanggal 7 April 2013, dalam putusannya telah membebaskan  Sianressy dari segala  tuntutan.

Namun jaksa mengajukan kasasi,  dan MA  RI dalam putusannya  menyatakan Elia Rony Sianressy  bersalah melakukan tindak pidana  secara tanpa hak memiliki,  menyimpan dan membawa Psikotropika  Golongan II. Dia divonis 10 bulan penjara.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00